SALATIGA, Lingkarjateng.id – Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) di Kota Salatiga diperbarui secara berkala setiap tiga bulan. Masyarakat diminta aktif melaporkan perubahan kondisi sosial ekonomi agar data penerima maupun kelompok sasaran program pemerintah tetap sesuai kondisi sebenarnya.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Salatiga, Riani Isyana Pramasanthi mengatakan, DTSEN bersifat dinamis karena kondisi sosial ekonomi masyarakat dapat berubah sewaktu-waktu.
“Pemutakhiran dilakukan secara periodik oleh BPS setiap tiga bulan sesuai mekanisme yang berlaku,” kata Riani, Rabu, 9 September 2026.
Menurutnya, pemutakhiran data tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Dinsos Salatiga mendorong masyarakat, RT/RW, kelurahan, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), serta pendamping sosial untuk aktif menyampaikan apabila terdapat perubahan kondisi warga. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah kesalahan dalam penentuan kelompok sasaran program sosial.
Riani menjelaskan, terdapat dua kemungkinan kesalahan yang perlu ditekan melalui pemutakhiran data. Pertama, inclusion error, yakni warga yang masih tercatat sebagai penerima atau kelompok sasaran meskipun kondisi sosial ekonominya sudah berubah. Kedua, exclusion error, yaitu warga yang sebenarnya membutuhkan bantuan atau intervensi sosial tetapi belum masuk dalam kelompok sasaran.
“Jadi kalau ada perubahan kondisi warga, perlu dilaporkan agar dapat dilakukan pemutakhiran. Data harus menggambarkan kondisi faktual masyarakat,” ujarnya.
Riani juga menegaskan bahwa perbaikan DTSEN bukan semata-mata menjadi tanggung jawab Kementerian Sosial. Data dapat diperbarui melalui berbagai sumber kementerian dan lembaga, sedangkan pengelolaan serta pemeringkatan DTSEN berada dalam fungsi Badan Pusat Statistik (BPS).
“Upaya tersebut sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025. Pemerintah membuka ruang melalui mekanisme usul, sanggah, verifikasi, dan pemutakhiran berkala untuk memperbaiki kualitas data,” tandasnya.
Dengan mekanisme tersebut, masyarakat memiliki kesempatan untuk menyampaikan kondisi yang sebenarnya apabila data sosial ekonominya sudah berubah atau belum sesuai. Dinsos Salatiga berharap keterlibatan aktif masyarakat hingga tingkat RT/RW dan kelurahan dapat membuat DTSEN semakin akurat.
Data yang lebih sesuai kondisi lapangan diharapkan mampu mendukung penyaluran program dan intervensi sosial secara lebih tepat sasaran.
“Yang penting kondisi faktual warga tetap tercermin dalam data, sehingga masyarakat yang benar-benar membutuhkan bisa mendapatkan intervensi sosial secara tepat,” tegas Riani.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Sekar
































