PATI, Lingkarjateng.id – Bupati Pati Sudewo memenuhi undangan Pansus Hak Angket di ruang Banggar DPRD Pati, Kamis, 2 Oktober 2025. Dalam pertemuan tersebut, Sudewo dicecar pertanyakan mengenai kenaikan Pajak Bumi Bangunan Pedesaan Perkotaan (PBB-P2) sebesar 250 persen.
Ketua Pansus Teguh Bandang Waluyo menanyakan mekanisme awal Bupati Sudewo dalam menaikkan pajak sampai 250 persen.
Ia mengatakan, berdasarkan dari beberapa kepala desa dan camat yang sebelumnya dihadirkan dalam Pansus, Kades tidak dilibatkan dalam perumusan kenaikan pajak.
“Kemarin kami undang beberapa Kades, ada salah satu Kades tahu-tahu diminta ke pendopo dan sudah ada range-rangeanya. Pak Pandoyo (Ketua Pasopati/red) bilang kami tidak dilibatkan, fakta yang beredar ada beberapa kecamatan mengeluarkan edaran (wajib pajak),” kata Bandang.
Bupati Sudewo kemudian menjawab jika perumusan kenaikan pajak dilakukan bersama perwakilan kepala desa per kecamatan melalui Persatuan Solidaritas Kepala Desa dan Perangkat Desa Kabupaten Pati (Pasopati).
“Tidak mungkin semua kepala desa kami undang, membuat suatu kesepakatan adalah suatu yang tidak mungkin. Sementara sudah ada organisasi kepala desa di setiap kecamatan namanya Pasopati. Pasopati saya minta mensosialisasikan kepada seluruh kepala desa dan ke desanya masing-masing,” jawab Sudewo.
Bupati juga menegaskan jika menaikkan pajak sudah dilakukan sosialisasi oleh seluruh kepala desa. Ia mengacu pada prosentase pembayaran pajak di beberapa desa yang hampir lunas meskipun ada kenaikan sebesar 250 persen.
“Apakah sudah ada sosialisasi? sudah. Apa buktinya? pembayaran PBB di tiap desa sampai akhir bulan Juli hampir 60 persen. Kalau masyarakat sudah membayar, artinya tahapan sosial sudah dilaksanakan. Itupun ada desa yang sudah 100 persen,” imbuhnya.
Terkait dengan perbedaan jawaban dengan para kades, Bupati menegaskan ada kesalahpahaman antara dirinya dengan kades. Pada intinya dirinya sudah melakukan tahapan demi tahapan mengenai kenaikan pajak 250 persen, sebelum akhirnya dibatalkan.
Sisi lain, kondisi di luar gedung DPRD Pati sempat terjadi ketegangan. Masyarakat yang diduga pendukung Bupati Pati Sudewo adu mulut dengan Botok CS saat hendak memasuki area kantor dewan.
Jurnalis: Lingkar Network
































