KUDUS, Lingkarjateng.id – Upaya memastikan keamanan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus diperketat di Kabupaten Kudus. Hingga awal Desember 2025, sebanyak 47 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur penyedia MBG telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus.
Sertifikat tersebut menjadi bukti bahwa proses pengolahan makanan yang diproduksi dapur MBG telah melalui tahapan pengujian kesehatan dan higienitas secara ketat.
Dari jumlah itu, satu SPPG diketahui belum beroperasi, sementara 46 lainnya telah melayani ribuan siswa penerima program MBG di berbagai wilayah Kudus.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Nuryanto mengatakan saat ini total SPPG yang terdata mencapai 69 unit.
Sebagian masih dalam proses administrasi dan verifikasi, namun antusias pelaku UMKM untuk mengikuti sertifikasi terus meningkat.
“Untuk mendapatkan SLHS perlu komitmen serius. Pelaku UMKM harus mengurus izin usaha lewat OSS terlebih dahulu di Mall Pelayanan Publik, kemudian mengikuti rangkaian pelatihan dan pemeriksaan,” ujar Nuryanto, Senin, 1 Desember 2025.
Ia menjelaskan, tahapan sertifikasi dimulai dari pelatihan keamanan pangan selama satu hari yang membahas proses pemilahan bahan baku, teknik memasak yang aman, pembungkusan, hingga penakaran kandungan gizi.
Setelah itu, dilakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) dengan kunjungan langsung ke dapur produksi.
Pada tahap tersebut, DKK juga melakukan uji kualitas air yang digunakan untuk memasak.
Sampel air diperiksa di laboratorium guna memastikan tidak mengandung bakteri berbahaya seperti E-Coli atau salmonella yang berpotensi memicu gangguan kesehatan.
“SLHS ini penting untuk mencegah risiko keracunan dan memastikan makanan yang dikonsumsi anak-anak benar-benar aman,” tegasnya.
Saat ini, kata Nuryanto, sekitar 51 SPPG masih mengikuti pelatihan SLHS. Sebanyak 47 SPPG berada pada tahap IKL, sementara 52 unit sudah menjalani uji sampel sebagai bagian dari proses sertifikasi.
Sementara itu, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyebut jumlah SPPG di Kudus terus bertambah. Sesuai arahan Badan Gizi Nasional, titik layanan meningkat dari 81 menjadi 106 SPPG.
“Jumlah sasaran per SPPG dikurangi, dari sekitar 3.000 menjadi 2.000 penerima. Dengan begitu, pelayanan gizi bisa lebih optimal,” kata Sam’ani.
Jurnalis: Fahtur Rohman
Editor: Sekar S

































