KENDAL, Lingkarjateng.id – Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BP-GMN) melaksanakan penanaman mangrove di wilayah pesisir Desa Kartikajaya, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal pada Jumat, 6 November 2026. Sebanyak 1.000 bibit mangrove disediakan dalam kegiatan penanaman mangrove tersebut.
Sejumlah elemen terlibat dalam aksi tersebut, mulai dari Pemerintah Kabupaten Kendal, Polres Kendal, Kodim 0715/Kendal, organisasi kemasyarakatan, relawan hingga pelajar.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian ekosistem pesisir sekaligus mencegah ancaman abrasi dan banjir rob yang kerap terjadi di wilayah pantai, salah satunya Kabupaten Kendal.
Adapun BP-GMN sendiri merupakan badan yang dibentuk Presiden Prabowo Subianto pada September 2026 sebagai kelanjutan dan pembaruan kebijakan pengelolaan ekosistem gambut dan mangrove setelah berakhirnya masa tugas Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM).
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kendal, Syaiful Huda mengatakan Pemkab Kendal menyambut baik kegiatan penanaman mangrove yang diinisiasi BP-GMN di wilayah pesisir Kendal.
“Hari ini kita bersama BP-GMN melaksanakan penanaman bibit pohon mangrove sebanyak 1.000 pohon,” ujarnya di sela mengikuti kegiatan.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak sekedar penanaman, tetapi akan dilanjutkan dengan pemeliharaan dan pengawasan secara berkelanjutan, untuk memastikan bibit mangrove yang ditanam tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan pesisir.
“Kita itu tidak hanya menanam, tapi kita akan merawat hingga tumbuh subur. Kemudian kita bersama-sama relawan dan warga sekitar akan ikut menjaga agar mangrove ini tetap hidup dan tumbuh dengan baik,” tegasnya.
Ia menegaskan, keberhasilan kegiatan penanaman mangrove tidak hanya diukur dari jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga dari keberlanjutan perawatannya hingga tanaman tersebut tumbuh kuat.
Syaiful Huda berharap, kegiatan yang dilaksanakan BP-GMN bersama Pemkab Kendal ini dapat menjadi contoh bagi instansi maupun lembaga lainnya untuk turut berpartisipasi menjaga kawasan pesisir.
“Karena dengan keterlibatan berbagai pihak dalam penanaman mangrove dapat memberikan perlindungan alami terhadap ancaman abrasi dan rob sekaligus menjaga kelestarian lingkungan pantai di Kabupaten Kendal,” ungkapnya. (Adv)
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Sekar
































