SEMARANG, Lingkarjateng.id – Kapten CPN Nurhafiz Akbar, TNI Angkatan Darat (AD) yang gugur dalam kecelakaan helikopter MI-17 saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional (TN) Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Giri Tunggal, Kota Semarang, Kamis, 5 November 2026.
Upacara pemakaman dipimpin langsung Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita. Pemakaman tersebut menjadi bentuk penghormatan terakhir bagi Nurhafiz yang gugur saat menjalankan tugas negara dalam operasi penanggulangan karhutla di Kalimantan.
Dalam kesempatan itu, Tandyo menyampaikan bahwa almarhum bersama sejumlah prajurit lainnya telah menjalankan misi pemadaman selama kurang lebih dua bulan. Selama bertugas, mereka tercatat telah melaksanakan 636 sorti penerbangan dengan total 1,2 juta liter air yang dijatuhkan ke sejumlah titik kebakaran.
“Sudah bertugas dua bulan di sana. Dan kemarin yang terakhir untuk membantu pemadaman kebakaran di Kalimantan,” ungkapnya.
Selain Nurhafiz, kecelakaan helikopter MI-17 tersebut juga menewaskan Letkol CPN Dudi Firmansyah yang dimakamkan di Bandung. Sementara itu, Sertu Heri hingga kini masih dalam pencarian di lokasi kejadian.
Tandyo berharap proses pencarian Sertu Heri segera membuahkan hasil sehingga prajurit tersebut dapat ditemukan dan dievakuasi.
Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta meminta mereka diberikan kekuatan dan ketabahan menghadapi musibah tersebut.
“Kepergian almarhum menyentuh perasaan kita semua. Sebagai umat beragama kita wajib menerima dengan ikhlas. Semoga amalan almarhum mendapat tempat sebaik-baiknya di sisi Allah SWT. Semoga kerabat keluarga diberikan ketabahan dan kesabaran,” tuturnya.
Di tengah suasana duka tersebut, Tandyo memastikan keterlibatan TNI AD dalam penanganan karhutla di Kalimantan tidak akan dihentikan akibat kecelakaan helikopter tersebut. Sebanyak 18.989 personel telah dikerahkan untuk mendukung upaya pemadaman di sejumlah wilayah.
“Upaya pemadaman tetap berjalan. Kami saat ini khusus Angkatan Darat mengirimkan 18.989 prajurit ke Kalimantan. Jadi sangat besar kita membantu,” ujar Tandyo.
Ia menegaskan, pengerahan personel tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI AD dalam membantu pemerintah mengendalikan kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi di kawasan Kalimantan.
Untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan helikopter MI-17, Tandyo juga menginstruksikan jajarannya agar mengangkat kotak hitam atau black box dari pesawat tersebut. Data yang tersimpan di dalamnya diharapkan dapat menjadi bahan penyelidikan sekaligus evaluasi untuk meningkatkan keselamatan penerbangan militer.
“Dan kotak hitam yang ada di dalamnya menjadi jawaban pada saat terjadi crash Heli MI-17. Dari kotak hitam itu kita bisa mengetahui, bisa menjadi bahan latihan kita ke depan. Sehingga penanganan akan lebih baik,” jelasnya.
Sementara itu, prajurit yang selamat dalam insiden tersebut masih menjalani perawatan medis di Banjarmasin. TNI AD merencanakan pemindahan mereka ke Pulau Jawa agar mendapatkan penanganan kesehatan lebih lanjut.
Jurnalis: Lingkar Network/Rizky Syahrul Al-Fath
Editor: Muslichul Basid

































