GROBOGAN, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan mengajukan usulan revitalisasi dua pasar tradisional kepada pemerintah pusat dengan total kebutuhan anggaran sekitar Rp115 miliar. Kedua pasar tersebut yakni Pasar Gubug dan Pasar Purwodadi.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Grobogan, Pradana Setyawan, mengatakan revitalisasi Pasar Gubug membutuhkan anggaran sekitar Rp39 miliar. Program tersebut diproyeksikan memberikan manfaat bagi sekitar 1.268 pedagang yang selama ini menjalankan aktivitas perdagangan di lokasi tersebut.
Ia mengatakan saat ini rencana revitalisasi Pasar Gubug masih menunggu tahapan penjadwalan review Detail Engineering Design (DED) oleh kementerian terkait.
“Saat ini masih dalam proses penjadwalan review Detail Engineering Design (DED) oleh kementerian terkait,” ujarnya di Purwodadi, Kamis, 5 November 2026.
Selain Pasar Gubug, Pemkab Grobogan juga mengusulkan pembenahan Pasar Purwodadi yang kondisi bangunannya telah berusia lebih dari 30 tahun. Pasar tersebut menjadi pusat aktivitas perdagangan bagi sekitar 1.680 pedagang.
Pria yang akrab disapa Danis itu menjelaskan, rencana awal revitalisasi Pasar Purwodadi sebenarnya telah dituangkan dalam dokumen perencanaan DED dengan kebutuhan anggaran mencapai sekitar Rp158 miliar. Namun, besaran biaya tersebut dinilai belum memungkinkan untuk direalisasikan melalui dukungan pemerintah pusat.
Sebagai tindak lanjut, Disperindag melakukan penyesuaian perencanaan dengan menekan kebutuhan anggaran menjadi sekitar Rp76 miliar.
Dalam rancangan terbaru, pembenahan Pasar Purwodadi tidak diarahkan pada pembongkaran dan pembangunan ulang seluruh bangunan. Pemerintah memilih konsep retrofit atau penguatan struktur bangunan yang sudah ada.
“Konsepnya retrofit, yakni memperkuat struktur bangunan. Jadi, bentuk pasar tidak berubah, tetapi strukturnya diperkuat agar lebih kokoh, lebih segar, dan nyaman bagi pedagang maupun pengunjung,” jelasnya.
Melalui pendekatan tersebut, karakter dan bentuk dasar bangunan pasar tetap dipertahankan. Adapun pekerjaan revitalisasi akan difokuskan pada penguatan konstruksi serta penataan lingkungan pasar agar lebih representatif untuk menunjang kegiatan perdagangan.
Danis menyebutkan, seluruh dokumen perencanaan dan persyaratan administrasi untuk pengajuan revitalisasi kedua pasar tersebut telah dipersiapkan oleh pemerintah daerah.
Pihaknya kini berharap usulan pendanaan yang telah disampaikan dapat memperoleh persetujuan pemerintah pusat sehingga pelaksanaan revitalisasi bisa segera dilanjutkan.
“Kelengkapan sudah kami siapkan. Harapannya, usulan ini bisa direalisasikan oleh pemerintah pusat,” tandasnya.
Jurnalis: Ant
Editor: Muslichul Basid

































