JEPARA, Lingkarjateng.id – Kekayaan sejarah dan tradisi Jepara ditampilkan melalui Kirab Budaya Merah Putih yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 RI, Selasa, 18 Agustus 2026.
Sebanyak 59 nomor atau kelompok mengikuti kegiatan tersebut dengan membawa beragam kesenian, tradisi, serta tokoh yang memiliki kaitan kuat dengan sejarah daerah.
Kirab dimulai sekitar pukul 08.00 WIB. Sepanjang rute, peserta menampilkan berbagai bentuk ekspresi budaya yang disaksikan masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana untuk memperkenalkan warisan daerah kepada generasi muda.
Peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai dari PAUD, SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA hingga masyarakat umum. Keterlibatan lintas usia tersebut menunjukkan upaya pelestarian budaya dilakukan bersama, tidak hanya bergantung pada generasi yang lebih tua.
Sejumlah identitas budaya dan sejarah Jepara turut diangkat dalam kirab. Di antaranya tradisi Perang Obor dan Pesta Lomban, serta figur Ratu Shima, Ratu Kalinyamat dan R.A. Kartini.
Wakil Bupati Jepara, M. Ibnu Hajar, mengatakan kirab memiliki makna lebih luas daripada sekadar kompetisi antarpeserta.
“Kami berharap kegiatan semacam ini dapat membuat budaya Jepara semakin dikenal, baik oleh masyarakat sendiri maupun masyarakat dari luar daerah,” katanya.
Menurutnya, pelibatan anak-anak dan generasi muda menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi. Melalui kegiatan semacam ini, mereka dapat mengenal sejarah sekaligus ikut terlibat dalam pelestarian budaya daerah.
“Lebih dari sekadar parade, Kirab Budaya Merah Putih Jepara 2026 memperlihatkan bagaimana sejarah dan tradisi dapat dihidupkan kembali melalui keterlibatan masyarakat,” katanya.
“Di tengah arak-arakan itu, anak-anak mengenal cerita tentang leluhurnya, generasi muda mengambil bagian dalam menjaga tradisi, sementara masyarakat kembali menikmati kesenian yang menjadi bagian dari identitas Jepara,” imbuhnya.
Selain aspek kebudayaan, Pemkab Jepara juga berharap kegiatan tersebut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang turut mengambil manfaat dari ramainya kegiatan.
Sementara itu, salah satu juri, Sarjono, mengatakan penilaian peserta dilakukan berdasarkan beberapa aspek. Penampilan, kreativitas, kekompakan, serta kesesuaian dengan tema menjadi sejumlah indikator yang diperhatikan dewan juri.
“Seluruh peserta telah memenuhi kriteria yang menjadi dasar penilaian,” ujarnya.
Jurnalis: Tomi Budianto
Editor: Rosyid





























