Jepara (lingkarjateng.id) – Perumda Air Minum Tirta Jungporo Kabupaten Jepara terus memperluas jangkauan dan memperkuat kualitas pelayanan air bersih bagi masyarakat. Yakni dengan pembenahan infrastruktur di wilayah krisis air yang menjadi langganan kekeringan.
Saat ini, cakupan layanan PDAM baru menyentuh sekitar 14 persen dari total 1,2 juta penduduk Jepara.
”Cakupan layanan kita yang masih 14 persen ini menjadi PR besar, terutama untuk menjangkau wilayah-wilayah rawan kekeringan. Fokus kami adalah perbaikan layanan dan perluasan pemenuhan air bersih secara merata,” kata Lukman Hakim, Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Jungporo, Sabtu (15/8).
Untuk merealisasikan target tersebut, pihaknya tengah menyelesaikan sejumlah proyek penunjang distribusi air, seperti melalui pembuatan sumur baru dan sewa tersebar di beberapa wilayah.
Di antaranya berada di Desa Bulungan 2 sumur, di Kelurahan Bapangan 1 sumur, di Desa Blimbingrejo 1 sumur, di Desa Krapyak 2 sumur yang terdiri dari 1 sumur baru dan 1 sumur sewa.
“Sumur baru yang ada di Desa Bulungan dan sumur sewa yang ada di Desa Krapyak sudah siap beroperasi, untuk yang lainnya masih menunggu instalasi listrik,” terangnya.
Lukman berujar untuk di wilayah Kecamatan Kedung, pengerjaan sumur baru saat ini telah memasuki tahap pengerjaan konstruksi. Proyek ini ditargetkan rampung pada akhir Agustus 2026.
”Pengerjaan sumur di Kedung sudah berkontrak dan konstruksinya langsung berjalan. Target kami akhir Agustus ini selesai, sehingga pada awal September air bersih sudah mulai mengalir ke wilayah rawan kekeringan seperti Kedungmalang dan Karangaji,” jelasnya.
Dikatakan, upaya percepatan infrastruktur ini juga sejalan dengan rencana penyesuaian tarif yang sedang dibahas. Ia menekankan bahwa penyesuaian tarif tersebut muaranya adalah peningkatan kualitas pelayanan publik.
”Kami pastikan perbaikan layanan berjalan seiring dengan rencana penyesuaian tarif. Harapannya, ketersediaan air bersih di Kabupaten Jepara semakin stabil, merata, dan berkelanjutan,” pungkasnya. ***
Jurnalis : Tomi Budianto
Editor : Redaksi
































