KAB. SEMARANG, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang mencatat penambahan aset daerah berupa dua bidang tanah dengan nilai total diperkirakan mencapai Rp118 miliar.
Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, mengatakan dua aset tersebut berasal dari lahan Badan Bank Tanah di Desa Branjang, Kecamatan Ungaran Barat, serta hibah tanah eks Balai Benih Pembina (BPP) dari Kementerian Pertanian (Kementan).
Lahan Badan Bank Tanah di Desa Branjang memiliki luas sekitar 14,8 hektare. Saat ini, proses sertifikasi lahan tersebut masih berlangsung di Badan Pertanahan Nasional (BPN).
“Untuk perkiraan nilai aset tanah Badan Bank Tanah di Desa Branjang, Kecamatan Ungaran Barat ini nilainya mencapai sekitar Rp60 miliar,” ujar Ngesti pada Senin, 10 Agustus 2026.
Menurutnya, kerja sama Pemkab Semarang dengan Badan Bank Tanah tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan bagi kepentingan umum, reforma agraria, dan pembangunan daerah melalui mekanisme Hak Pengelolaan (HPL).
Aset kedua berupa tanah eks BPP Kementan dengan luas sekitar 2,3 hektare. Tanah tersebut merupakan hibah dari Kementerian Pertanian yang proses pengurusannya telah diperjuangkan Pemkab Semarang sejak 1991.
“Dokumen hibah tanah eks BPP Kementan ini sudah kita urusi sangat lama sejak 1991. Kemarin dibantu Pak Sekjen Kementan, dalam waktu setengah bulan langsung selesai dan sudah saya ambil,” ujarnya.
Ngesti mengatakan dokumen hibah tersebut selanjutnya akan diproses agar tanah dapat tercatat secara resmi sebagai aset Pemkab Semarang.
“Rencananya akan segera kita rapatkan untuk dicatat resmi menjadi aset Pemkab Semarang,” tuturnya.
Dengan luas sekitar 2,3 hektare, tanah eks BPP tersebut diperkirakan memiliki nilai sekitar Rp58 miliar. Nilai itu mengacu pada harga tanah di kawasan tersebut yang disebut berada di kisaran Rp2,5 juta per meter persegi.
“Angka tersebut dikarenakan harga pasaran tanah di lokasi tersebut berkisar Rp2,5 juta per meter persegi. Dengan demikian, total akumulasi penambahan aset daerah dari dua lokasi tersebut mencapai Rp118 miliar,” katanya.
Jurnalis: Hesty Imaniar
Editor: Rosyid
































