BLORA, Lingkarjateng.id – Kabupaten Blora menjadi lokasi pengabdian ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada Juli 2026.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora memanfaatkan kehadiran para peserta KKN tersebut untuk mendukung berbagai program pembangunan daerah, terutama percepatan penanganan anak tidak sekolah (ATS).
Terbaru, Bupati Blora Arief Rohman menerima 100 mahasiswa KKN dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
Sebelumnya, pada awal Juli, Bupati Blora juga telah menerima 469 mahasiswa dari Institut Agama Islam Khozinatul Ulum (IAIKU), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Sebelas Maret (UNS), dan STAI Al-Anwar Rembang yang kini telah ditempatkan di sejumlah wilayah di Kabupaten Blora.
Bupati Arief mengatakan mahasiswa KKN diharapkan tidak hanya menjalankan program pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga berkontribusi terhadap program prioritas pemerintah daerah.
“Melalui kegiatan KKN, mahasiswa diharapkan dapat berkontribusi dalam berbagai program strategis daerah, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan, percepatan penanganan ATS,” ujar Bupati Blora melalui keterangan tertulis, Rabu, 22 Juli 2026.
Menurut Arief, penanganan anak tidak sekolah masih menjadi tantangan yang harus diselesaikan secara bersama-sama. Pihaknya terus berupaya memperluas akses pendidikan agar seluruh anak di Blora memperoleh kesempatan belajar yang setara.
“Saya berharap besar, mahasiswa KKN yang ada di Blora dapat ikut mendukung berbagai program. Dari pendampingan, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Selain mendukung sektor pendidikan, Arief juga berharap mahasiswa turut berperan dalam pemberdayaan masyarakat, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), peningkatan layanan kesehatan, pelestarian lingkungan, serta pengembangan potensi desa sesuai karakteristik masing-masing wilayah.
“Kehadiran mahasiswa merupakan wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, sekaligus bagian dari semakin eratnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan Pemkab Blora,” ujarnya.
Arief menekankan kegiatan KKN diharapkan menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang. Ia meminta setiap program yang dijalankan tidak berhenti ketika masa pengabdian mahasiswa berakhir.
Sebagai bentuk evaluasi, Pihaknya berencana menggelar pameran hasil KKN sebelum masa penarikan mahasiswa. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menampilkan inovasi yang dihasilkan mahasiswa sekaligus memotivasi pelajar di Blora untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Ke depan, Pemkab Blora akan memetakan lokasi pelaksanaan KKN agar penempatan mahasiswa lebih tepat sasaran, terutama di desa-desa yang membutuhkan pendampingan lebih besar.
“Dari pemetaan desa di Blora, khususnya di tengah hutan. Nantinya bisa diharapkan mahasiswa dapat berkarya secara maksimal, dan menjangkau desa-desa yang membutuhkan pendampingan lebih besar,” pungkas Arief.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Rosyid
































