KUDUS, Lingkarjateng.id – Sebanyak 352 peserta program Pertukaran Murid dan Guru Lokal Tahun 2026 di Kabupaten Kudus resmi dilepas untuk mengikuti kegiatan yang akan berlangsung mulai 27 Juli hingga 8 Agustus 2026.
Pelepasan peserta dilakukan langsung oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris di SMP Negeri 2 Jati, Senin, 20 Juli 2026. Sebanyak 352 peserta terdiri atas 290 murid jenjang SD dan SMP serta 62 guru dari sekolah negeri maupun swasta di Kabupaten Kudus.
Sam’ani mengatakan program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membangun ekosistem pendidikan yang lebih merata dan kolaboratif.
“Kita ingin melihat ekosistem pendidikan secara menyeluruh, sehingga kesenjangan antara sekolah yang selama ini dianggap favorit dengan sekolah lainnya semakin berkurang. Semua sekolah harus memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang,” ujar Sam’ani.
Menurutnya, para murid akan memperoleh pengalaman belajar di sekolah yang berbeda sehingga mampu beradaptasi dengan lingkungan baru. Sementara itu, para guru diharapkan dapat saling bertukar metode pembelajaran serta praktik baik yang telah diterapkan di sekolah asal.
“Anak-anak akan mendapatkan pengalaman baru, belajar beradaptasi dengan teman dan lingkungan yang berbeda. Sementara guru bisa saling berbagi metode mengajar sehingga kualitas pembelajaran di Kabupaten Kudus terus meningkat,” jelasnya.
Sam’ani mengatakan pihaknya juga akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program sebagai bahan penyempurnaan pada periode berikutnya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada Bank Jateng atas dukungannya, Disdikpora Kabupaten Kudus, para kepala sekolah, guru, murid, orang tua, dan semua pihak yang telah berkolaborasi. Semoga program ini memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan di Kabupaten Kudus,” pungkasnya.
Salah seorang peserta, Nabila Khoirul Iftitah, siswi kelas V SD 1 Mlati Lor yang akan mengikuti pertukaran ke SD 1 Wergu Wetan, mengaku antusias mengikuti program tersebut meski harus beradaptasi di sekolah baru.
“Saya senang bisa ikut program ini. Memang sedikit deg-degan karena akan belajar di sekolah baru, tetapi saya juga ingin mendapatkan teman baru dan pengalaman baru,” ungkap Nabila.
Hal serupa disampaikan Dina Wahdaturrahmah, guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 1 Undaan yang akan bertugas mengajar di SMP Negeri 1 Jati. Ia mengaku telah menyiapkan materi pembelajaran dan praktik baik yang akan dibagikan selama mengikuti program.
“Saya sudah menyiapkan perangkat asesmen pembelajaran. Selain itu, saya juga ingin berbagi praktik baik mengenai anti bullying yang selama ini diterapkan di SMP Negeri 1 Undaan, sehingga dapat menjadi inspirasi di sekolah tujuan,” tuturnya.
Jurnalis: Nisa Hafizhotus S.
Editor: Rosyid
































