PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, Sukirman, menyerahkan hewan kurban bantuan Presiden RI Prabowo Subianto serta hewan kurban dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan jajaran Forkopimda kepada pengurus Masjid Al-Muhtarom Kajen, Rabu, 27 Mei 2026.
Sapi diserahkan secara simbolis kepada takmir masjid, Kyai Ahmad Muzaki, usai pelaksanaan salat iduladha. Hewan kurban bantuan dari Presiden Prabowo berupa satu ekor sapi jenis Simental dengan bobot mencapai 1,117 ton. Sementara Pemkab Pekalongan menyalurkan tujuh ekor sapi dan sembilan ekor kambing yang bersumber dari APBD.
Plt Bupati Pekalongab Sukirman mengungkapkan syukur atas kesempatan merayakan IdulAdha bersama masyarakat. Ia menekankan bahwa peringatan hari besar keagamaan ini mengandung nilai-nilai penting yang relevan dalam kehidupan sehari-hari.
“Hari raya Iduladha mengandung banyak hikmah dan keteladanan yang dapat dijadikan pelajaran dalam kehidupan kita sehari-hari,” ujarnya.
Menurutnya, Iduladha menjadi momentum refleksi sekaligus penguat komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Nilai-nilai pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian sosial dinilai harus terus ditanamkan, terutama dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Semangat Iduladha adalah semangat pengorbanan, semangat untuk berbuat ikhlas, semangat untuk berbagi, memberikan kasih kepada masyarakat, dan semangat untuk saling menolong sesama,” katanya.
Sukirman juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak, termasuk Forkopimda, DPRD, dan masyarakat yang telah berpartisipasi dalam penyaluran hewan kurban. Ia secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Presiden RI atas perhatian yang diberikan kepada Kabupaten Pekalongan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pekalongan, kami menyampaikan terima kasih atas perhatian dari Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, yang memberikan satu ekor sapi kepada Kabupaten Pekalongan. Ini sekaligus semangat kita untuk bersama-sama, bersama-sama dengan Bapak Presiden meneruskan pembangunannya, melanjutkan pembangunannya, mensukseskan pembangunannya bersama-sama masyarakat Kabupaten Pekalongan,” ungkapnya.
Sukirman juga mengingatkan pentingnya keteladanan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya bagi generasi muda. Ia menilai perilaku nyata lebih mudah ditiru dibandingkan sekadar perintah.
“Tadi Pak Kiai Ahmad Muzaki juga menyampaikan bahwa putra-putri kita semuanya lebih gampang menerima keteladanan, lebih gampang menerima perilaku dari kita dibandingkan kemudian perintah. Untuk itulah, atas nama Pemerintah Kabupaten Pekalongan, kita juga menghimbau kepada seluruh jajaran agar selalu berperilaku yang baik, berperilaku penuh teladan agar ditiru oleh generasi-generasi kita pada masa-masa yang akan datang,” pungkasnya.
Jurnalis: Fahri Akbar

































