BLORA, Lingkarjateng.id – Bupati Blora, Arief Rohman, membuka seleksi nasional program magang ke Jepang yang digelar di Pendopo Kabupaten Blora, Senin, 20 Juli 2026. Seleksi tersebut diikuti 66 pelajar dari Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Jawa Tengah.
Program ini merupakan hasil kerja sama LP Ma’arif PWNU Jawa Tengah dengan Kementerian Ketenagakerjaan RI dan IM Japan sebagai upaya memperluas peluang kerja bagi lulusan sekolah menengah.
Dalam sambutannya, Arief mengapresiasi penyelenggaraan seleksi yang dipusatkan di Kabupaten Blora. Ia berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sungguh-sungguh.
“Semoga anak-anak semuanya mampu magang sekaligus bekerja. Tolong ikuti dengan serius, termasuk belajar bahasa, budaya, dan yang lainnya,” ujarnya.
Arief berpesan agar seluruh peserta mengikuti setiap tahapan seleksi dengan penuh semangat dan komitmen. Menurutnya, pengalaman bekerja di luar negeri diharapkan menjadi bekal untuk membangun daerah ketika para peserta kembali ke Indonesia.
“Suatu saat jika di sana sudah sukses, punya skill dan modal kuat, bisa kembali berusaha ke kampung halaman membangun kampung halaman,” katanya.
Ia juga berharap program serupa tidak hanya membuka kesempatan magang ke Jepang, tetapi dapat diperluas ke negara lain seperti Korea Selatan (Korsel).
Selain menguasai sektor manufaktur dan infrastruktur, peserta juga didorong mempelajari sektor pangan maupun bidang lainnya yang berkembang di Jepang.
“Selamat mengikuti seleksi nasional Magang Jepang. Semoga bermanfaat, semoga kedepan pesertanya bisa ditingkatkan kembali. Disosialisasikan lebih gencar lagi,” harapnya.
Ketua LP Ma’arif PWNU Jawa Tengah, Fakhruddin Karmani, mengatakan lembaganya setiap tahun meluluskan sekitar 34 ribu siswa dari berbagai jenjang pendidikan.
“Program magang ke Jepang ini, pada awalnya ada 170 yang mendaftar. Namun yang registrasi hanya 67, dan yang datang 66 siswa,” ungkapnya.
Fakhruddin menjelaskan, meski seleksi awal dilaksanakan di Blora, peserta berasal dari sejumlah kabupaten di Jawa Tengah. Adapun tahapan seleksi akhir dijadwalkan berlangsung di Kota Pekalongan pada 10 Agustus 2026.
“Adapun untuk seleksi final akan dilaksanakan di Kota Pekalongan pada 10 Agustus. Pada pra seleksi awal akan dibekali kisi-kisi mumpung masih ada kesempatan 3 minggu agar dimaksimalkan oleh teman teman LPK dengan pelatihan khusus. Kami berharap prosesnya bisa maksimal,” terangnya.
Salah seorang peserta, Muhammad Rifai, mengaku antusias mengikuti seleksi tersebut. Meski harus menghadapi tantangan bahasa dan budaya yang berbeda, ia optimis mampu lolos hingga tahap akhir.
“Ya karena disana bahasanya kan beda. Kita sudah belajar, tapi ya tetap dredeg. Tapi saya optimis pasti bisa lolos. Baru kali ini saya ikut seleksi magang kerja keluar negeri, mohon doanya semoga memperoleh hasil terbaik,” ujarnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Rosyid






























