BLORA, Lingkarjateng.id – Kantor Pertanahan (Kantah) ATR/BPN Kabupaten Blora mendapatkan jatah 29 peserta Program Magang Nasional 2026. Peserta yang lolos akan menjalani magang selama enam bulan dengan uang saku setara UMK Kabupaten Blora 2026.
Kepala Subbagian Tata Usaha Kantah ATR/BPN Blora, Elvyn Bina Eka Kusuma, menjelaskan pemerintah pusat menetapkan kuota nasional program magang mencapai 11 ribu.
Sedangkan kuota magang di Blora dapat jatah 29 peserta, terdiri 25 lowongan untuk tenaga teknis survei pemetaan dan empat lowongan bagian adiministrasi dan yuridis pertanahan.
“Pendaftaran magang dimulai 3 September sampai 8 September. Sementara dalam proses rekrutmen dilakukan oleh Kemenaker, dan bila dinyatakan lulus, peserta akan memulai magang pada 21 September mendatang,” terang Elvyn, Selasa, 1 September 2026.
Pendaftaran magang dibuka secara online dan memahami persyaratan magang melalui laman MagangHub. Program ini menyasar lulusan baru perguruan tinggi maksimal satu tahun setelah lulus. Selain tidak semua jurusan bisa melamar magang di Kantah Blora.
“Tidak semua jurusan, peserta hanya dari jurusan yang relevan dengan BPN. Seperti jurusan hukum atau hukum Islam, pertanahan, geografi, dan administrasi negara, itu bisa,” bebernya.
Dengan ketentuan tersebut, lulusan perguruan tinggi yang baru menyelesaikan pendidikan, diharapkan bisa mempunyai pengalaman kerja.
“Peserta yang dinyatakan lolos nantinya akan ditempatkan di Kantah ATR/BPN Blora selama enam bulan,” katanya.
Selama mengikuti magang, sambung Elvyn, peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman kerja, tetapi juga uang saku yang besarannya setara UMK Blora tahun 2026.
“Kalau untuk Kantah ATR/BPN Blora kuotanya 29 orang. Secara nasional sekitar 11 ribu peserta,” ujarnya.
Di lingkungan kantor BPN Blora, peserta magang akan diarahkan untuk mendukung berbagai kegiatan yang berkaitan dengan tugas pertanahan.
Pelaksanaan kegiatan juga akan didampingi mentor sehingga peserta memiliki ruang untuk belajar sekaligus memahami proses kerja di lingkungan instansi pemerintah.
“Peserta akan diarahkan pada kegiatan yang mendukung tugas pertanahan, dengan pendampingan mentor serta pembelajaran yang terarah dan aplikatif,” katanya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Ulfa
































