PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – Sebanyak 120 atlet pelajar Kabupaten Pekalongan berkompetisi di 15 cabang orlahraga Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Tengah 2026.
Pelaksana tugas Bupati Pekalongan, Sukirman, memberikan dukungan para atlet dengan datang langsung saat pembukaan Popda Jateng di GOR Jatidiri, Semarang pada Selasa, 1 September 2026. Sukirman mendorong para atlet tampil percaya diri dan berani menghadapi lawan dari berbagai daerah.
“Harapannya tentu saja kita akan memenangkan di setiap cabang olahraga yang diikuti. Kita tunjukkan bahwa Kabupaten Pekalongan mampu bersaing dengan para pelajar yang akan bertanding di Popda,” tuturnya.
Menurutnya, kemampuan teknis saja tidak cukup untuk menghadapi pertandingan. Mental bertanding dan kemauan memberikan performa terbaik juga menjadi faktor penting.
“Kita berharap seluruh atlet dapat memberikan kemampuan terbaiknya di setiap pertandingan yang diikuti. Para atlet harus memiliki semangat juang dan keberanian untuk bersaing dengan kontingen dari daerah lain,” ujarnya.
Popda berlangsung 1-6 September 2026 dan diikuti 9.010 pelajar berbagai jenjang pendidikan se-Jawa Tengah.
Ketua Popda Jateng, Aria Candra Destianto, mengungkapkan pertandingan diikuti 1.647 atlet tingkat SD, 2.335 atlet SMP, dan 3.533 atlet SMA. Mereka didukung 1.210 pelatih serta 334 official.
Sebanyak 23 cabang olahraga dipertandingkan dengan total 522 emas, 522 perak, dan 740 perunggu yang diperebutkan.
Aria mengatakan Popda bukan perkara kompetisi belaka. Agenda olahraga ini juga diarahkan untuk melihat perkembangan pembinaan atlet pelajar yang berjalan di masing-masing daerah.
“Penyelenggaraan Popda bertujuan mengukur hasil pembinaan prestasi olahraga pelajar daerah sekaligus menjadi ajang seleksi pembentukan tim pelajar yang dipersiapkan mengikuti kompetisi tingkat nasional maupun internasional,” jelasnya.
Ia berharap kompetisi tersebut menjadi salah satu jalur lahirnya atlet-atlet muda yang kelak mampu memperkuat Jawa Tengah hingga level nasional dan internasional.
Di sisi lain, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengingatkan bahwa prestasi bukan satu-satunya nilai yang harus dibawa pulang peserta.
“Olahraga merupakan style, merupakan gaya hidup. Maka sejak dini dari mulai SD, SMP, SMA, hari ini kita lombakan terkait dengan olahraga sesuai dengan karakter daerahnya masing-masing,” ucapnya
Ia menilai arena pertandingan juga dapat menjadi tempat bagi para pelajar untuk belajar menghargai lawan, membangun relasi, serta menjaga persaudaraan meskipun berada di kubu yang berbeda.
“Jalin kerja sama, kemudian tidak bermusuhan, kemudian saling mengenal karena olahraga merupakan alat pemersatu bangsa, tidak mengenal suku, ras, daerah, agama, dan lain sebagainya,” ujarnya.
Ahmad Luthfi turut menyoroti peran perangkat pertandingan. Ia meminta juri dan wasit menjaga profesionalitas serta objektivitas agar setiap laga berjalan dengan rasa keadilan dan menjunjung tinggi sportivitas.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Ulfa
































