BLORA, Lingkarjateng.id – Dampak kekeringan pada musim kemarau 2026 mulai dirasakan warga di 14 kecamatan wilayah Kabupaten Blora.
Data yang dihimpun, 113 desa di 14 kecamatan mengalami kesulitan air bersih imbas musim kemarau yang memicu kekeringan sumber air.
Kondisi tersebut memantik kepedulian perkumpulan jurnalis di Kabupaten Blora untuk menyalurkan bantuan air bersih. Bakti sosial tersebut menyasar 13 desa di empat kecamatan terdampak kekeringan. Bantuan air bersih disalurkan pada 27 hingga 29 Agustus 2026.
“Kita saat ini usahakan 35 tangki air bersih. Tahap awal ini, kita usahakan distribusi secara merata dengan rata-rata dua Tanki per-desa,” ujar Pringgo selaku koordinator bakti sosial, Kamis, 27 Agustus 2026.
Pringgo menjelaskan berdasarkan pendataan awal, terdapat 13 desa yang berada dekat pusat kota terdampak kekeringan.
Adapun bantuan air bersih disalurkan di Kecamatan Bogorejo menyasar Desa Sarirejo, Gandu, Karang. Lalu di Kecamatan Tunjungan menyasar Desa Sukorejo, Kedungrejo, Sambongrejo, Tawangrejo, Gempolrejo, Kalangan.
Kemudian di Kecamatan Banjarejo menyasar Desa Sumberagung, Klopoduwur, Sendanggayam. Terakhir Kecamatan Blora kota menyasar menyasar Desa Jepangrejo.
“Distribusi bantuan 35 tangki air air bersih yang dilakukan teman-teman, rinciannya ada untuk Kecamatan Bogorejo kita jatah delapan tangki, di Kecamatan Banjarejo 10 tanki, kecamatan Tunjungan 14 tangki dan Blora kota tiga tangki,” ungkapnya.
Selain air bersih, rekan rekan jurnalis juga mengusulkan pembagian paket sembako untuk didistribusikan ke 10 desa yang ada di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Tunjungan menyasar Desa Sukorejo, Sambongrejo, Tawangrejo.
Selanjutnya Kecamatan Banjarejo menyasar Desa Klopoduwur dan Sumberagung. Terakhir Kecamatan Blora kota menyasar Desa Temurejo, lalu Kelurahan Kunden, Kedungjenar, Mlangsen, dan Kauman.
“Untuk sembako kita sediakan 100 paket. Pada distribusinya itu kita beri ke Kecamatan Tunjungan 30 paket, Kecamatan Banjarejo 30 paket dan Kecamatan Blora kota 40 paket,” terang Pringgo.
Menurutnya, penyaluran air bersih akan berlangsung hingga 29 Agustus. Pasalnya beberapa stakeholder turut berpartisipasi mendukung aksi kepedulian di Kabupaten Blora.
“Kedepan, bila kemarau masih berlangsung lama. Aksi kedua akan dilakukan, fokus kita nanti ke bantuan air bersih yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat Blora di musim kemarau,” katanya.
Sebagai informasi, data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora mencatat 113 desa di 14 kecamatan telah terdampak kekeringan akibat musim kemarau pada tahun 2026.
Hingga saat ini BPBD Blora mencatat 2,3 juta liter air bersih atau setara 469 Tanki dari beberapa pihak, telah terdistribusi ke 63,7 ribu warga Blora atau sekitar 18,3 ribu kepala keluarga.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Ulfa






























