Semarang (lingkarjateng.id) – Puncak kemarau, gangguan satwa liar seperti monyet ekor panjang hingga macan tutul meningkat di berbagai wilayah Jawa Tengah. Sumber pakan yang minim dan kondisi yang mengering, membuat satwa liar ini terpaksa keluar dari habitat hutan menuju permukiman dan lahan pertanian warga.
Ketua Tim Kerja Konservasi Spesies dan Genetik BKSDA Jateng Heru Sunarko mengatakan dari laporan yang masuk masyarakat, pihaknya telah melakukan penanganan lebih lanjut. Ia juga menghimbau kepada warga untuk meningkatkan kewaspadaan, salah satunya pengamanan kandang ternak.
“Pengamanan kandang ternak dan penerangan pada malam hari itu cukup penting. Selain itu pengawasan untuk di lahan pertanian khususnya untuk gangguan monyet ekor panjang agar kewaspadaan lebih ditingkatkan,” ujar Heru baru-baru ini.
“Kita juga selalu merespon apa yang dilakukan oleh masyarakat terkait konflik satwa dengan manusia,” sambungnya.
Heru menyebut, penemuan satwa monyet ekor panjang banyak ditemukan di hampir semua wilayah di Jawa Tengah. Salah satunya yang terdampak yakni Wonogiri, Semarang, hingga Temanggung menjadi daerah yang paling banyak disusupi monyet ekor panjang.
“Sampai dengan saat ini alhamdulilah tidak ada laporan masyarakat diserang monyet ekor panjang. Kalau kemarin di Boyolali ada korban tapi bukan satwa liar tapi monyet peliharaan yang kebetulan lepas dari kandangnya terus mengejar orang-orang,” bebernya.
Sebelumnya BKSDA Jateng mengevakuasi seekor macan kumbang (Panthera pardus melas) yang masuk ke permukiman warga di Dukuh Ngasinan, Desa Gunungsari, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, pada Rabu (12/8/2026).
Satwa liar yang dilindungi tersebut turun dalam kondisi kurus dan mengalami luka pada bagian kaki. Kini, macan kumbang tersebut telah mendapatkan perawatan penanganan di Safari Batang yang ditunjuk sebagai lembaga konservasi di Jawa Tengah.
Sepanjang Januari hingga Juli 2026, BKSDA mencatat ada tiga laporan penampakan macan di wilayah Jawa Tengah. Sebagai langkah antisipasi lanjutan, pihak BKSDA mempertimbangkan penambahan pemasangan kamera trap serta rambu imbauan di sekitar lokasi rawan.
Selain itu pihaknya juga mempertimbangkan pemasangan rambu-rambu, khususnya di wilayah lereng pegunungan.***
Jurnalis : Rizky S
Editor : Redaksi































