Demak (lingkarjateng.id) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak terus melakukan berbagai upaya untuk mengatasi dampak kekeringan yang mulai dirasakan masyarakat pada musim kemarau tahun ini.
Selain menyalurkan bantuan air bersih, pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk menjaga ketersediaan air bagi kebutuhan masyarakat dan sektor pertanian.
Dropping air bersih ke sejumlah wilayah terdampak kekeringan juga terus dilakukan. Salah satunya di Desa Ngaluran, Kecamatan Karanganyar, yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.
Pemkab Demak melalui BPBD mendistribusikan sebanyak 30.000 liter air bersih atau setara enam tangki kepada warga. Bantuan itu bagian dari langkah tanggap darurat yang dilakukan pemerintah daerah untuk membantu masyarakat menghadapi dampak musim kemarau.
“Penyaluran bantuan air bersih ke wilayah-wilayah yang mengalami kekeringan terus kita lakukan,” ujar Bupati Demak Eisti’anah pada Rabu (5/8).
Dia menyebut, Pemkab Demak terus melakukan koordinas dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Perumda Air Minum (PDAM), serta instansi terkait untuk memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi.
“Selain menyalurkan bantuan air bersih, kita juga terus berkoordinasi dengan BBWS, PDAM, pertanian untuk bisa membagi (air). Dan tentunya masyarakat dari sektor pertanian sudah mengerti gelontoran air itu untuk kebutuhan air bersih,” ujarnya,
Bupati juga mendorong para petani di Demak untuk menyesuaikan pola tanam dengan memilih komoditas yang tidak membutuhkan banyak air selama musim kemarau berlangsung. “Untuk petani bisa menanam tanaman yang tidak begitu membutuhkan air,” pintanya.
Disampaikan, perhatian juga diberikan terhadap lahan pertanian yang masih ditanami padi dan mengalami kekurangan pasokan air. Jika terdapat kebutuhan air, pemerintah daerah akan meneruskan permintaan tersebut kepada pihak terkait agar segera ditindaklanjuti.
“Iya, itu ada permintaan khusus yang diteruskan ke kami. Kami juga mendorong kepada dinas-dinas terkait, khususnya Dinas Pertanian untuk mengawal BBWS untuk membagi air biar petani tidak gagal panen,” tandasnya.
Pemkab Demak memastikan akan terus memantau perkembangan kondisi kekeringan di sejumlah wilayah dan menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan masyarakat agar dampaknya dapat diminimalkan. ***
Jurnalis : Burhan Aslam
Editor : Redaksi


































