Blora (lingkarjateng.id) – Musim kemarau panjang tahun 2026 membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Blora, kembali dilanda krisis air bersih. Sebanyak 200 tangki air bersih didorong untuk membantu warga di 14 kecamatan yang membutuhkan pasokan air.
“Bantuan 200 tangki air bersih ke 14 kecamatan di Kabupaten Blora ini kami dorong sebagai bentuk kepedulian dan respons nyata terhadap kebutuhan masyarakat,” kata Anggota DPR RI dari Dapil Jawa Tengah III, Eva Monalisa dalam keterangan tertulisnya, Jumat (18/09/2026).
Eva mengatakan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, warga tidak semestinya baru mendapat akses air ketika musim kemarau menyebabkan krisis.
“Jangan sampai ada warga yang harus kesulitan mendapatkan air untuk minum, memasak, maupun kebutuhan keluarga sehari-hari,” ujarnya.
Dia juga menilai dropping air bersih tidak bisa menjadi solusi setiap kali kemarau datang. Menurut Eva, pemerintah perlu menyiapkan infrastruktur agar persoalan kekeringan dapat ditangani dalam jangka panjang.
“Ke depan kita harus mendorong solusi yang lebih permanen melalui pembangunan dan penguatan infrastruktur air bersih. Jaringan distribusi, embung, serta pengelolaan air yang berkelanjutan,” katanya.
Salah satu wilayah yang merasakan dampak kekeringan yakni Desa Karanggeneng. Pemerintah desa menyebut warga di RT 1, 2, 3, dan 4 sangat membutuhkan pasokan air.
“Bantuan air bersih ini sangat membantu warga kami, khususnya di RT 1, 2, 3, dan 4 Desa Karanggeneng. Air bersih ini sangat-sangat dibutuhkan warga,” kata Cuk Suwartono.
Ia mengapresiasi bantuan tersebut. Dia juga menitipkan aspirasi lain kepada Eva, yakni dukungan bagi pelaku UMKM di desanya.
Dikatakan, sejumlah warga Karanggeneng memiliki usaha makanan olahan dan makanan ringan yang masih membutuhkan dukungan untuk berkembang.
“Di Karanggeneng ini ada banyak pengrajin atau industri makanan olahan, makanan ringan. Ada satu, dua, tiga warga yang punya kegiatan UMKM. Mungkin bisa dibantu oleh Bu Eva,” ujarnya.
Aspirasi tersebut kemudian mendapat respons dari pihak Eva melalui Muchammad Ali Uddin. Dia memastikan kebutuhan masyarakat akan terus dikawal.
“Persoalan air bersih menjadi perhatian bersama agar ke depan masyarakat tidak lagi bergantung pada bantuan ketika musim kemarau datang. Ini pekerjaan rumah kita bersama,” kata Ali Uddin.***
Jurnalis : Eko Wicaksono
Editor : Adi Arfian































