Blora (lingkarjateng.id) – Kabupaten Blora mulai serius menyiapkan kawasan industri terpadu (KIT), untuk menarik investasi besar dan membuka ribuan lapangan pekerjaan baru.
Kawasan yang direncanakan seluas 1.350 hektare itu diproyeksikan menjadi pusat industri padat karya hingga manufaktur berbasis teknologi.
Penggagas Kawasan Industri Blora sekaligus Komisaris BPE Blora, Seno Margo Utomo mengatakan, pengembangan KIT nantinya dilakukan secara bertahap dan masih memungkinkan diperluas sesuai kebutuhan investasi ke depan.
“Harapannya industri padat karya seperti sepatu, tekstil, dan manufaktur bisa masuk ke Blora. Tapi kalau ada industri berbasis teknologi juga tidak masalah,” ujar Seno, Rabu (20/05/2026).
Menurut Seno, keberadaan kawasan industri tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan lapangan kerja di Blora sekaligus menciptakan multiplier effect bagi perekonomian masyarakat.
“Blora butuh banyak lapangan kerja baru. Efek bergandanya juga diharapkan besar untuk masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Blora Siswanto bersama rombongan juga melakukan kunjungan ke KEK Industropolis Batang sebagai bahan studi pengembangan kawasan industri di Blora.
Menurut Siswanto, kawasan yang sebelumnya bernama Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) itu mulai dirintis pada 2020 dan diresmikan Presiden Joko Widodo.
Kemudian pada 2025 berubah status menjadi KEK Industropolis Batang dan kembali diresmikan Presiden Prabowo Subianto.
“Sejak berdiri tahun 2021, sudah ada delapan pabrik dengan tenaga kerja mencapai 23.237 orang dan investasi asing sekitar Rp 25 triliun,” terangnya.
Ia menyebut luas kawasan KEK Batang mencapai 4.300 hektare. Namun saat ini pembangunan pabrik baru mencakup sekitar 400 hektare.
Bahkan, ada sekitar 90 perusahaan yang masih antre membangun pabrik di kawasan tersebut.
Menurut Siswanto, keberhasilan KEK Batang menjadi gambaran potensi besar kawasan industri terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. DPRD berharap KIT Blora nantinya dapat berkembang minimal pada level nasional.
“Kalau KEK Batang level internasional, kami berharap KIT Blora bisa level nasional,” tandasnya. ***
Jurnalis : Eko Wicaksono
Editor : Fian































