Kab. Semarang (lingkarjateng.id) – Bunda PAUD Kabupaten Semarang, Hj Peni Ngesti Nugraha memberikan pendidikan karakter dengan mendorong aksi peduli lingkungan kepada anak-anak TK Negeri Pembina di Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang.
Yakni melalui kegiatan peduli lingkungan dengan menanam bibit pohon kelengkeng saat visitasi dan pembinaan pendidikan usia dini di TK Negeri Pembina. Menurutnya, pendidikan karakter untuk peduli lingkungan selayaknya dilaksanakan sejak usia kanak-kanak.
“Penanaman pohon ini membantu anak-anak kita ke depannya untuk selalu menanamkan sikap peduli penghijauan dan juga pelestarian lingkungan,” ujarnya pada Rabu (6/5).
Peni Ngesti Nugraha juga mengingatkan kembali secara terus kepada para pengajar dan pengelola TKN Pembina Tuntang untuk memperhatikan asupan gizi bagi anak-anak didik.
“Hal ini kami nilai penting guna mendukung program penanganan balita dan anak-anak gizi buruk atau stunting. Yakni dengan memberikan menu sayuran sehat sesuai pola Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman kepada anak-anak,” tuturnya.
Untuk diketahui, saat ini terdapat 1.106 anak yang belajar di 25 Taman Kanak-Kanak se-Kecamatan Tuntang. Selain itu juga ada 350 anak yang tergabung dalam 23 Kelompok Bermain (KB).
“Pendidikan satu tahun pra sekolah dasar ini sangat penting untuk terus didorong agar menjadi investasi penting dalam mengasah kemampuan dasar anak-anak agar siap menjadi generasi penerus yang baik,” tukasnya.
Disisi lain, Ketua Komite TKN Pembina, Bahtiat Rofik menyampaikan bahwa untuk kegiatan pembelajaran di luar kelas akan dilaksanakan sekali seminggu setiap hari Rabu.
“Ini ada berbagai kegiatan interaktif dengan pihak-pihak ketiga yang digelar untuk mengenalkan siswa dengan kehidupan nyata,” kata dia.
“Mulai dari pengenalan tugas kepolisian, mitigasi bencana kebakaran, maupun kunjungan langsung ke petani dan nelayan di Rawa Pening,” imbuhnya.
Dengan menjalin kerjasama berbagai pihak, kata dia, seperti kepolisian, petugas pemadam kebakaran, dan lainnya ini diharapkan akan mampu meningkatkan keberanian siswa dalam berinteraksi dengan pihak-pihak diluar sekolah.
“Tujuannya jelas, agar para siswa memperoleh pengalaman dan pengetahuan langsung dari pelaku nyata guna menumbuhkan karakter siswa yang berpribadian terpuji,” pungkasnya.***
Jurnalis : Hesty Imaniar
Editor : Fian


































