Salatiga (lingkarjateng.id) – Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Cabang Salatiga menyiapkan program pelatihan tempe inovatif hingga sabun berbahan dasar susu bagi para anggotanya. Dukungan pun langsung diberikan Wakil Wali Kota Salatiga, Nina Agustin, saat menerima audiensi pengurus KPI di ruang kerjanya, pada Senin 20 April 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Nina menegaskan bahwa perempuan, khususnya ibu rumah tangga, memiliki peran strategis dalam menggerakkan ekonomi keluarga.
“Ini peluang besar. Ibu rumah tangga tidak hanya mengurus keluarga, tetapi juga bisa membantu meningkatkan ekonomi melalui usaha kreatif dari rumah,” ujarnya.
Menurutnya, perkembangan ekonomi saat ini menuntut perempuan lebih adaptif dalam melihat peluang usaha. Produk-produk berbasis kebutuhan sehari-hari dinilai memiliki potensi pasar yang luas jika dikembangkan secara inovatif.
“Kalau dikemas dengan baik dan dipasarkan secara tepat, produk seperti tempe inovatif atau sabun susu bisa memiliki nilai jual tinggi,” jelasnya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga, lanjut Nina, siap mendukung program pemberdayaan perempuan yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, perwakilan KPI Salatiga menyampaikan bahwa pelatihan tersebut menjadi salah satu program unggulan tahun 2026. Pihaknya akan menghadirkan inovator untuk memberikan pelatihan teknis kepada anggota.
“Kami ingin anggota tidak hanya memiliki keterampilan, tapi juga mampu menghasilkan produk yang punya daya saing di pasar,” ungkapnya.
Melalui program ini, KPI menargetkan lahirnya pelaku usaha baru dari kalangan perempuan yang mampu menggerakkan ekonomi mulai dari tingkat rumah tangga.
Dengan adanya pelatihan tersebut, diharapkan perempuan di Salatiga tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen yang mampu menciptakan peluang usaha mandiri dan berkelanjutan.***
Jurnalis : Angga Rosa
Editor : Fian





























