SEMARANG, Lingkarjateng.id – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menanggapi kecelakaan lalu lintas beruntun yang melibatkan truk tronton di Turunan Silayur, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jumat pagi, 10 April 2026, sekitar pukul 09.00 WIB.
Agustina menilai, salah satu faktor utama berulangnya kecelakaan di Turunan Silayur adalah kesalahan dalam perencanaan tata ruang, khususnya kondisi jalan yang memiliki kemiringan curam dan tidak ideal untuk kendaraan berat.
“Harus diakui, tata ruang kita memang keliru. Kemiringan jalannya tidak layak untuk kendaraan besar, apalagi dengan muatan berat,” ujarnya.
Meski demikian, Agustina menyebut jalur Silayur masih menjadi akses vital distribusi logistik menuju kawasan industri di wilayah Ngaliyan dan sekitarnya, sehingga pembatasan kendaraan berat belum dapat diterapkan secara optimal.
Ia menyebut pembatasan sebenarnya sudah diberlakukan, namun pelaksanaannya di lapangan masih belum maksimal. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan kepolisian dan Dinas Perhubungan untuk memperketat pengawasan.
“Kalau kendaraan berat, pasti akan meluncur di turunan. Itu tidak bisa dihindari. Karena itu, pengawasan harus lebih diperketat,” tuturnya.
Terkait perbaikan infrastruktur, Agustina mengungkapkan bahwa rencana penataan ulang jalur Silayur masih terkendala keterbatasan anggaran dengan kebutuhan mencapai sekitar Rp60 miliar.
“Kalau harus dilakukan perubahan, anggarannya besar sekali. Itu belum mampu kita penuhi,” ujarnya.
Sebagai langkah sementara, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mendorong kolaborasi lintas pihak, mulai dari pemerintah, kepolisian, Dinas Perhubungan, hingga pelaku usaha pengguna jalur tersebut untuk meningkatkan kepatuhan terhadap aturan operasional kendaraan berat.
Sementara itu, terkait opsi penutupan jalan atau sanksi terhadap perusahaan, Agustina menegaskan hal tersebut berada di luar kewenangan Pemkot Semarang.
“Kalau penutupan jalan itu kewenangan kepolisian. Untuk usaha, pemerintah kota tidak punya kewenangan menutup,” pungkasnya.
Jurnalis: Syahril Muadz
Editor: Rosyid






























