KAB. SEMARANG, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang mulai mematangkan persiapan pembangunan sekolah rakyat sebagai bagian dari program prioritas pemerintah pusat untuk memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan gratis berbasis asrama bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Sekolah rakyat tersebut direncanakan dibangun di Dusun Mulyorejo, Desa Barukan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Lokasi pembangunan disebut berdekatan dengan rencana pembangunan RSUD Tengaran.
Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkait progres pembangunan sekolah rakyat di Kabupaten Semarang.
Ia menjelaskan, lokasi pembangunan sekolah rakyat di Desa Barukan juga telah melalui proses survei. Selain itu, secara administrasi disebut tidak ditemukan kendala.
“Secara administrasi ini kami dapat informasi tidak ada masalah sama sekali, bahkan lokasinya pun juga sudah di survei,” katanya, Kamis, 21 Mei 2026.
Menurut Ngesti, kesiapan lahan menjadi syarat utama dalam pembangunan sekolah rakyat. Pihaknya pun telah menyiapkan lahan seluas sekitar 5,7 hektare untuk mendukung pembangunan fasilitas pendidikan tersebut.
“Memang persiapan lahan yang paling utama dalam proses pembangunan sekolah rakyat ini, kemudian masih ada satu syarat lagi yang saat ini baru kami upayakan yaitu soal ketersediaan air bersih,” katanya.
Saat ini, Pemkab Semarang masih berupaya memenuhi kebutuhan air bersih di lokasi pembangunan dengan melakukan koordinasi bersama tim terkait agar persoalan tersebut segera teratasi.
Ia berharap seluruh persyaratan pembangunan dapat segera terpenuhi sehingga proyek sekolah rakyat di Kabupaten Semarang dapat segera direalisasikan.
“Dengan demikian, harapan kami ketika semua syarat sudah terpenuhi sekolah rakyat ini bisa segera terbangun,” sambungnya.
Program sekolah rakyat sendiri merupakan program prioritas pemerintah pusat yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga rentan dan prasejahtera pada kategori desil 1 hingga desil 2.
Seluruh kebutuhan siswa, mulai dari tempat tinggal, makan, hingga perlengkapan belajar, akan ditanggung selama menempuh pendidikan di sekolah tersebut.
Jurnalis: Hesty Imaniar
Editor: Rosyid































