Blora (lingkarjateng.id) – Program gentengisasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto berdampak positif terhadap sejumlah pengrajin genteng di Kabupaten Blora. Hal itu dirasakan pengrajin di Desa Balong Kecamatan Jepon Kabupaten Blora.
Produksi genteng para pengrajin mengalami peningkatan. “Alhamdulilah penjualan meningkat hingga 70 persen, dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Imron, salah seorang pengrajin genteng ditemui, Selasa (7/4).
Imron mengaku saat ini jumlah pengrajin di Desa Balong mengalami penurunan disebabkan sulitnya bahan baku dan jika ada bahan baku harus berebut dengan pengrajin yang lain.
“Saat ini pengrajin di desa ini hanya ada 15 orang, yang sebelumnya berjumlah 25 pengrajin. Bahan baku sulit dan banyak pengrajin tidak mau resiko,” bebernya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan proses pembuatan genteng. Diantaranya ada tiga tahapan untuk membuat genteng.
Pengolahan tanah atau penggilingan, pencetakan terakhir finishing atau di bakar. Untuk harga tergantung besar tipisnya. Harga dari 900 rupiah hingga 1200 rupiah.
“Saat ini memproduksi perharinya mencapai 700 hingga 800 biji, tergantung kondisi cuaca. Jika buruk ya membutuhkan waktu hingga 2 hari,” jelasnya
Imron menambahkan program gentengisasi ini tak hanya di lakukan untuk masyarakat namun juga program pemerintah yang saat ini berjalan.
“Harapannya ya program gentengisasi juga di gunakan program pemerintah seperti KDMP dan bangunan lainnya,” pungkasnya. ***
Jurnalis : Hanafi
Editor : Fian
































