BLORA, Lingkarjateng.id – Pasca lebaran 2026, Perum Bulog Cabang Blora menyalurkan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk alokasi periode Bulan Februari dan Maret dengan sistem rapel dalam waktu dekat.
Kepala Gudang Perum Bulog Blora, Agus Sukowihono, mengatakan jumlah penerima bantuan pangan (PBP) di Kabupaten Blora mengalami peningkatan signifikan dibandingkan periode sebelumnya.
“Pada periode Februari dan Maret (2026) tercatat sebanyak 139.726 penerima. Sementara pada periode Oktober hingga November (2025) sebelumnya sebanyak 81.187 penerima,” kata Agus.
Dengan jumlah penerima manfaat tersebut, kebutuhan bantuan pangan yang harus disalurkan cukup besar. Ia menjelaskan setiap penerima bantuan pangan, mendapatkan 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.
Jumlah bantuan itu, kata dia, untuk periode Februari dan Maret 2026. Dalam satu bulan penyaluran dibutuhkan sekitar 1.397.260 kilogram beras dan 279.452 liter minyak goreng.
“Sedangkan untuk penyaluran dua bulan, total kebutuhan mencapai 2.794.520 kilogram beras dan 558.904 liter minyak goreng,” katanya.
Menurut Agus, total bantuan beras sebanyak 2.794.520 kilogram tersebut akan dibagikan kepada 139.726 penerima bantuan pangan di Kabupaten Blora. Penerima itu sudah berdasarkan data by name by address (BNBA) yang diterima Perum Bulog, dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Distribusi bantuan juga tercatat cukup besar di sejumlah kecamatan. Sebagai contoh, di Kecamatan Sambong kebutuhan bantuan mencapai sekitar 81.780 kilogram beras dan 16.356 liter minyak goreng.
“Sementara di Kecamatan Jiken kebutuhan bantuan mencapai sekitar 89.620 kilogram beras dan 17.924 liter minyak goreng,” sambungnya.
Ditambahkan, sebagian bantuan pangan tersebut telah mulai disalurkan kepada para penerima.
“Program bantuan pangan ini merupakan upaya pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat sekaligus membantu warga memenuhi kebutuhan pokok, khususnya beras dan minyak goreng,” ujarnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Sekar






























