Semarang (lingkarjateng.id) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang memastikan seluruh kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi seluruhnya jelang Lebaran 2026. Mulai dari bahan pokok masyarakat (bapokmas) hingga kebutuhan lainnya.
Hal itu terungkap saat rapat lintas sektoral yang di gelar di ruang Dharma Satya Kompleks Kantor Bupati Semarang pada Kamis (12/3). Turut hadir Bupati Semarang, Wakil Bupati Semarang, serta seluruh unsur Forkopimda Kabupaten Semarang.
Bupati Semarang, Ngesti Nugraha meminta kepada seluruh instansi penyedia kebutuhan pokok penting untuk dapat menjamin ketersediaan stok menjelang dan selama libur Lebaran 2026. Seperti ketersediaan stok LPG 3 Kg, berbagai jenis bapokmas, dan stok lainnya.
“Jadi ini harus benar-benar di jamin ketersediaannya agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat yang ada di Kabupaten Semarang,” kata Ngesti,
Selain itu, Ngesti Nugraha juga memerintahkan untuk semua pihak terkait dapat menyelesaikan seluruh perbaikan jalan-jalan yang ada di Kabupaten Semarang khususnya jalan kabupaten.
“Penyelesaian perbaikan jalan kabupaten ini kami minta harus diselesaikan sebelum Hari Raya Idul Fitri 1447 H, sehingga pemudik yang masuk di wilayah Kabupaten Semarang bisa nyaman saat melintasi wilayah Kabupaten Semarang,” katanya.
Sekda Kabupaten Semarang, Valeanto Soekendro menjelaskan bahwa persediaan sembilan komoditas pangan strategis dijamin aman sampai bulan Juni mendatang. Diantaranya yaitu, minyak goreng tersedia 5.982 ton dari kebutuhan 2.991 ton.
Gula konsumsi ada 6.339 ton dari kebutuhan 3.170 ton, daging ayam ada 5.001 ton dengan kebutuhan 2.415 ton, dan juga daging sapi tersedia 1.110 ton dari kebutuhan 250 ton. Untuk stok telur ayam saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga tahun depan.
“Sedangkan untuk komoditas beras tersedia 29.954 ton, dan ini cukup untuk memenuhi kebutuhan sampai di bulan Mei 2026,” bebernya.
Koordinator LPG 3 KG Hiswana Migas Kabupaten Semarang, Tito Wiryo menyebut pihaknya telah mengajukan penambahan stok hingga 350 ribu tabung. Kuota gas LPG 3 kilogram per bulan di Kabupaten Semarang ada sekitar 1.239.333 tabung.
Sementara itu, Kapolres Semarang, AKBP Ratna Quratul Ainy mengatakan akan menerjunkan 510 personel dalam Operasi Ketupat Candi 2026 untuk pengamanan Lebaran nanti. “Untuk pengamanan akan dirikan 1 pos terpadu, 2 pos pengamanan dan 5 pos pengamanan lainnya di Kabupaten Semarang,” sebutnya.
Terkait kesiapan jalan, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Semarang mengaku telah melakukan perbaikan jalan menjelang Lebaran 2026 ini, demi meningkatkan kenyamanan para pemudik yang akan melintas di wilayah Kabupaten Semarang.
“Kami setidaknya telah melakukan peningkatan mutu di 38 ruas jalan kabupaten, dan dari jumlah tersebut ada setidaknya 12 ruas jalan kabupaten menjadi jalan alternatif yang sering dimanfaatkan para pemudik kembali ke kampung halamannya,” kata Plt Kepala DPU Kabupaten Semarang, Danang EW.
Bahkan, dijelaskannya DPU juga sudah melakukan pemeliharaan rutin jalan yang dilaksanakan untuk menyiapkan 12 ruas ruas jalur alternatif di Lebaran nanti.
“Ruas jalan alternatif itu diantaranya ialah ruas jalan Tuntang-Karang Lo Desa Delik-Pabelan, Butuh-Getasan, Kecandran (Salatiga)-Banyubiru-Ambarawa, Rengas-Bawen. Kemudian, Suruh-Bonomerto, Barukan-Klero, lalu Bawen-Ngampin, Ambarawa,” ungkapnya.
“Lalu, ada juga Tegalwaras-Jimbaran, Bandungan, kemudian Tlogo-Karang Tengah. Dan beberapa ruas jalan tersebut menjadi penghubung ke arah Salatiga, Solo, dan juga Yogyakarta,” katanya kembali.
Kemudian, Danang juga menyatakan bahwa DPU juga sudah memperbaiki ruas jalan utama di dalam Kota Ungaran, yakni Jalan Moh Yamin, Jalan Letjen Soeprapto, dan Jalan MT Haryono.
“Kami juga sudah siapkan petugas piket fungsional sebagai langkah antisipasi jika terjadi hal-hal yang harus ditangani. Yang terpenting, menjaga keselamatan pengguna jalan,” pungkasnya.***
Jurnalis : Hesty Imaniar
Editor : Fian





























