KUDUS, Lingkarjateng.id – Kebutuhan LPG 3 kilogram (kg) di Kabupaten Kudus mengalami peningkatan selama bulan Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Untuk memastikan ketersediaan gas subsidi tetap aman, Pertamina melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pangkalan elpiji di Kabupaten Kudus pada Rabu, 4 Maret 2026. Sidak dilakukan bersama anggota Komisi XII DPR RI Jamaludin Malik, Polres Kudus dan Dinas Perdagangan setempat.
Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, mengatakan selama Ramadan hingga lebaran Idulfitri memang dipastikan ada kenaikan konsumsi penggunaan LPG 3 kg. Hal ini karena volume memasak masyarakat mengalami peningkatan.
Oleh karena itu, untuk memastikan ketersediaan di masyarakat tetap terjaga, pihaknya sudah menambah pasokan elpiji subsidi.
“Melalui sidak ini kami ingin mengecek langsung bahwa ketersediaan elpiji tetap aman meskipun ada peningkatan konsumsi di masyarakat. Ini karena kami sudah menambah pasokan elpiji subsidi di Kabupaten Kudus,” kata Taufiq.
Taufiq menjelaskan, penambahan pasokan LPG 3kg sudah dilakukan pada awal bulan Ramadan tepatnya pada 17 Februari 2026 sekira 35 ribu tabung. Kemudian, pasokan tambahan juga dilakukan pada pekan pertama, kedua dan ketiga bulan Ramadan.
“Pasokan tambahan ini di luar pasokan utama. Untuk pekan pertama hingga ketiga bulan Ramadan kami tambah sekira 33 ribu sampai 34 ribu tabung elpiji subsidi secara bertahap sambil kami evaluasi permintaan masyarakat seperti apa,” tuturnya.
Taufiq meminta masyarakat tidak perlu panik karena dipastikan stok gas Kabupaten Kudus tetap aman selama Ramadan hingga setelah lebaran nanti.
“Masyarakat tidak perlu nyetok elpiji berlebih karena ketersediaanya dipastikan aman. Kami harap masyarakat juga bisa membeli di pangkalan resmi karena harganya sesuai dengan HET (harga eceran tertinggi) yakni Rp18 ribu per tabung,” tegasnya.
Sementara itu, Lina selaku pemilik pangkalan elpiji di wilayah Desa Demaan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus mengaku setiap harinya menerima kiriman LPG 3 kg sebanyak 100 tabung. Khusus bulan Ramadan ini, kata dia, ada tambahan 20 tabung setiap pekan.
“Selama Ramadan memang pembelinya meningkat tapi relatif normal, tidak sampai ada yang antre,” katanya.
Kemudian, Imron Safroni pemilik pangkalan LPG di Desa Burikan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus menyebut bahwa setiap pekan dia menerima 220 tabung elpiji subsidi. Kemudian, selama Ramadan ia juga menyebut bahwa ada tambahan 20 tabung elpiji subsidi setiap pekan.
“Selama Ramadan ini memang ada peningkatan pembelian dari masyarakat, khususnya dari kalangan UMKM setempat,” ujarnya.
Jurnalis: Nisa Hafizhotus Syarifa
Editor: Ulfa






























