Pemalang (lingkarjateng.id) – Pihak pengelola jalan tol menggenjot perbaikan jalan secara menyeluruh guna memastikan kenyamanan para pemudik yang melintasi jalur Trans Jawa, menjelang arus mudik 1447 Hijriah tahun ini.
PT Pemalang Batang Tol Road (PBTR) menargetkan jalur bebas hambatan sepanjang 39 kilometer ini sudah mulus tanpa lubang pada H-10 lebaran mendatang. Saat ini fokus pada berbagai jenis perbaikan, mulai dari pemeliharaan rutin hingga rekonstruksi beton yang rusak.
“Kami berupaya untuk memastikan jalan dalam kondisi mantap. Artinya kita berupaya untuk sampai dengan H-10 lebaran nanti zero pothole (nol lubang),” kata Asmen Pemeliharaan PT PBTR, Indra Nur Kusuma, Jumat 27 Februari 2026.
Pihaknya telah mencatat setidaknya sudah ada sekitar 1.000 titik lubang yang telah ditambal selama bulan Februari ini saja. Tim di lapangan bekerja ekstra melakukan patching permanen di seluruh badan jalan.
“Selain menambal lubang, PBTR juga melakukan pengerjaan Scraping, Filling, dan Overlay (SFO) atau pengelupasan dan pelapisan ulang aspal sepanjang 10 kilometer yang tersebar di 80 lokasi,” ungkap Indra.
“Untuk jalur beton yang mengalami retak atau bergelombang, dilakukan rekonstruksi rigid sebanyak 100 segmen,” imbuh dia.
“Kebutuhan aspal kita ada di angka 5.000 sampai 6.000 ton, dengan rata-rata produktivitas 400 ton per hari,” Indra memerinci.
Lebih lanjut, Indra menyebut mengingat posisi Tol Pemalang-Batang berada di titik tengah Trans Jawa, ruas ini kerap menjadi titik lelah bagi pengemudi dari arah Jakarta maupun Surabaya.
Menyadari risiko tersebut, pengelola melakukan inovasi pada aspek keselamatan. Pihak PBTR mengganti stiker reflektor (mata kucing) di median jalan dengan spesifikasi yang lebih tinggi.
“Kita tingkatkan stiker pada reflektor di median. Dari spesifikasi HIP, kita naikkan ke Diamond Grade agar pengguna jalan lebih selamat, stikernya lebih nyala,” tambahnya.
Menurutnya, tantangan terbesar perbaikan jalan saat ini adalah cuaca. Sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM), pihaknya menyiagakan tiga tim “Sapu Lubang” (Salob) yang siap beraksi dalam waktu 2×24 jam.
Bagi masyarakat yang akan melintas, Indra menyampaikan permohonan maaf atas antrean yang mungkin timbul akibat adanya perambuan di area perbaikan.
“Tetap berhati-hati, patuhi rambu lalu lintas yang ada, dan tetap cek selalu kendaraan agar selalu dalam kondisi baik,” pungkas Indra.***
Editor : Fian






























