Kendal (lingkarjateng.id) – Polres Kendal menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektoral (Rakorlinsek) dalam rangka cipta kondisi menjelang Bulan Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah di Pendopo Tumenggung Bahurekso, Kabupaten Kendal, Senin (23/2/2026).
Kegiatan ini dihadiri sekitar 500 peserta dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan terkait. Jajaran pejabat utama Polres Kendal, pimpinan OPD Pemkab Kendal, para camat, kapolsek, danramil, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas.
Kapolres Kendal AKBP Hendry Susanto Sianipar menyampaikan bahwa Polres Kendal melaksanakan operasi cipta kondisi sebagai upaya pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama Ramadan dan Idul Fitri.
“Dalam rangka memelihara kamtibmas, Polres Kendal menyelenggarakan operasi cipta kondisi di bulan Ramadan dan Idul Fitri 1447 H, dengan fokus pada pencegahan kriminalitas, peningkatan patroli, serta penegakan hukum terhadap penyakit masyarakat,” ujar Hendry.
Ia menjelaskan, dalam Operasi Pekat 2026, Polres Kendal mengungkap dua kasus narkoba dengan barang bukti sabu seberat 0,12584 gram, ganja 1,70 gram, serta obat-obatan sebanyak 200 butir dan 1.100 butir.
Selain itu, polisi juga mengungkap dua kasus petasan dengan barang bukti 3,3 kilogram bahan petasan dan empat selongsong.
Hendry menambahkan, patroli Unit Kecil Lengkap (UKL) ditingkatkan setiap malam libur di sejumlah titik rawan guna mengantisipasi gangguan kamtibmas, termasuk aksi kelompok pemuda dan potensi tawuran.
Polres Kendal juga menyiagakan pleton siaga Bhayangkara untuk membantu penanggulangan bencana menyusul cuaca ekstrem yang berpotensi menyebabkan banjir dan puting beliung di wilayah Kendal.
Sementara itu, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menyampaikan bahwa rapat koordinasi tersebut bertujuan menyikapi dinamika keamanan dan ketertiban yang berkembang di masyarakat, khususnya menjelang Ramadan dan Idul Fitri.
“Kita perlu duduk bersama dengan pemangku kepentingan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan. Pendekatan persuasif kepada tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan pemuda agar tidak mudah terprovokasi,” kata Dyah.
Ia menekankan pentingnya pengawasan ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) dan bahan bakar minyak (BBM) untuk mencegah lonjakan harga dan antrean di SPBU. Pemkab Kendal, akan memonitoring berkala serta menggelar gerakan pangan murah guna menjaga stabilitas harga dan mendukung pelaku UMKM lokal. ***
Jurnalis : Unggul
Editor : Fian




























