Pekalongan (lingkarjateng.id) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama bulan Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi dengan sejumlah penyesuaian mekanisme distribusi. Tak terkecuali di wilayah Kota Pekalongan, Jawa Tengah.
Kebijakan tersebut mengacu pada Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2026 yang diterbitkan Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, tentang pelayanan MBG pada bulan Ramadan, Idul Fitri 1447 H/2026 M, serta libur Tahun Baru Imlek 2026.
“Secara prinsip, pelayanan MBG tetap dilaksanakan dengan memperhatikan kecukupan gizi, keamanan pangan, serta penyesuaian waktu konsumsi selama Ramadan,” kata Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Pekalongan, M. Noor Faishal Zakiy, Senin (23/2/2026).
Ia menyebutkan, hingga 23 Februari 2026, terdapat 30 SPPG yang telah beroperasi dan melayani kurang lebih 75 ribu penerima manfaat di Kota Pekalongan. Jumlah itu mencakup peserta didik maupun sasaran non-peserta didik seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
“Untuk saat ini ada 30 SPPG per tanggal 23 Februari 2026 dengan capaian penerima manfaat kurang lebih sekitar 75 ribu penerima manfaat,” jelas Faishal.
Ditegaskan, wilayah dengan mayoritas penerima manfaat yang menjalankan ibadah puasa, MBG bisa diberikan dalam bentuk makanan kemasan sehat. Paket diproduksi dan dikemas langsung oleh SPPG dengan tetap memenuhi standar gizi seimbang dan keamanan pangan.
“Di wilayah dengan mayoritas penerima manfaat yang menjalankan Ibadah Puasa, MBG dapat diberikan dalam bentuk makanan kemasan sehat,” tegasnya
Sementara itu, bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita usia 6–59 bulan, layanan tetap berjalan setiap Senin dan Kamis melalui posyandu atau titik kumpul yang telah disepakati.
Ia juga menyampaikan, terdapat beberapa hari tanpa distribusi, yakni 16–17 Februari 2026 (libur Imlek), 18–22 Februari 2026 (awal Ramadan), serta 18–24 Maret 2026 saat libur dan cuti bersama Idul Fitri. Distribusi Ramadan dimulai serentak pada Senin, 23 Februari 2026.
“Kami memastikan pelayanan tetap optimal dan tepat sasaran, tanpa mengurangi tujuan utama program dalam mendukung peningkatan status gizi masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, salah satu warga Kecamatan Pekalongan Utara, Marwanti (42), mengatakan bahwa dirinya menerima menu MBG dari kader posyandu setempat untuk anaknya yang berusia tiga tahun.
“Iya, tadi dapat dari kader posyandu. Isinya dimsum, tahu, bola ubi, sama jeruk,” ujarnya singkat. ***
Jurnalis : Fahri Akbar
Editor : Fian






























