KENDAL, Lingkarjateng.id – Curah hujan intensitas tinggi pada 14 dan 15 Januari 2026 menyebabkan banjir di sejumlah titik Kabupaten Kendal.
Terpantau di Jalan Pantura Kota Kendal air yang menggenang berimbas tersendatnya arus lalu lintas. Para pengendara sepeda motor juga terlihat sangat berhati-hati saat melintas lantaran terdapat lubang yang tertutup genangan air.
Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal, Iwan Sulistyo, menjelaskan berdasarkan data sementara per Kamis, 15 Januari 2026 setidaknya 11 kelurahan dan 2 desa di Kecamatan Kendal dan Ngampel terendam banjir akibat limpasan air sungai.
“Kelurahan di Kecamatan Kendal yang terendam banjir ada 11 yaitu, Trompo, Langenharjo, Kalibuntu, Kebondalem, Pegulon, Patukangan, Pekauman, Ngilir, Balok, Bandengan, dan Karangsari. Dan di Kecamatan Ngampel ada dua yaitu Desa Ngampel Kulon dan Banyuurip,” terangnya.
Banjir juga menggenangi beberapa ruas jalan, di antaranya jalan raya Sukodono, jalan Pahlawan 1, jalan Habiproyo, jalan Masjid dan jalan Taat dengan ketinggian air berkisar 5-25 sentimeter.
“Banjir yang terjadi di Kendal ini diakibatkan tingginya curah hujan pada Rabu hingga kamis dini hari yang mengakibatkan adanya tundaan air dari Sungai Kendal yang masuk ke laut sehingga tinggi muka air di aliran sungai Kendal naik. Saat ini bendung Trompo masih posisi buka dua pintu,” jelasnya.
Di sisi lain, warga merespons kondisi banjir bukan sebagai sebagai kejadian luar biasa lantaran rutin terjadi setiap musim penghujan. Bahkan beberapa warga terlihat santai bermain dan berenang di sungai Kendal yang meluap.
“Banjirnya sudah sejak kemarin, rumah kebanjiran sampai lutut. Ya karena sudah langganan ya jadi biasa, kita buat senang aja mainan air,” Ahmad Faris warga Pegulon Kendal.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Ulfa






























