BLORA, Lingkarjateng.id – Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora mengungkapkan sebanyak 81.000 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Blora akan menerima bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng.
Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora melakukan pengecekan terhadap kualitas beras dan minyak goreng yang akan disalurkan sebagai bantuan pangan bagi 81 ribu keluarga penerima manfaat (KPM).
Kepala Bidang Pangan DP4 Blora, Nugraheni Wahyu Utami, mengatakan pihaknya saat ini tengah melakukan pengecekan terhadap kualitas beras dan minyak goreng yang akan disalurkan kepada para KPM.
Wahyu menjelaskan bahwa timnya meninjau langsung sejumlah gudang penyimpanan beras dan minyak goreng di Gudang Bulog Tempellemahbang, Blora. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kelayakan bahan pangan sebelum dibagikan ke masyarakat.
Menurutnya, pengecekan meliputi kadar air, berat, kekuatan kemasan, visual beras, serta kualitas sesuai standar Badan Pangan Nasional (Bapanas).
“Sudah kami cek untuk berasnya sudah cukup bagus dan beras yang akan disalurkan ini berasal dari petani lokal Blora. Kami bersyukur Blora menjadi lumbung pangan, sehingga bisa mendukung kebutuhan konsumsi beras di Blora sendiri,” ujar Wahyu pada Minggu, 9 November 2025.
Selain beras, tim DP4 juga melakukan pengecekan terhadap minyak goreng bantuan. Dari hasil pemeriksaan, kualitas minyak dinilai baik dengan volume sesuai takaran.
“Tadi kami cek bersama dalam kemasan ada 1 liter, dan kemudian untuk kualitas minyaknya cukup jernih, dan itu minyakita. Insyaallah kalau minyakita juga bagus, minyaknya untuk penggorengan aman untuk,” paparnya.
Sementara itu, jadwal penyaluran bantuan pangan masih menunggu keputusan resmi. Bantuan tersebut akan disalurkan untuk dua bulan sekaligus, yakni Oktober dan November 2025, kepada 81 ribu KPM di Kabupaten Blora.
“Untuk jumlah penerima manfaat pada 2 bulan nanti sebanyak 81 ribu KPM. Untuk jadwal distribusi sesuai jadwal yang dikeluarkan oleh Bulog,” tambah Nugraheni.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Rosyid






























