PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten Pekalongan mulai menyalurkan 1.427 ton beras bantuan cadangan pangan pemerintah kepada lebih dari 71 ribu warga kurang mampu. Program ini secara resmi diluncurkan oleh Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, dalam apel yang digelar di halaman Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan, Senin pagi, 21 Juli 2025.
Bupati Fadia menegaskan bahwa bantuan ini menjadi solusi konkret di tengah melonjaknya harga beras yang kini menembus angka Rp14.000 per kilogram.
“Kabupaten Pekalongan merasa program ini sangat ditunggu oleh masyarakat, karena harga beras sekarang juga sedang naik. Oleh karena itu, saya tekankan agar bantuan ini tepat sasaran, benar-benar diberikan kepada masyarakat miskin yang sangat membutuhkan dan juga tepat waktu, yakni harus segera sampai ke desa masing-masing,” ujar Fadia.
Sebanyak 71.381 warga penerima manfaat akan memperoleh masing-masing 20 kilogram beras, yang diberikan secara cuma-cuma. Bantuan tersebut dialokasikan untuk periode Juni–Juli 2025 dan ditargetkan tuntas disalurkan pada Sabtu mendatang. Penyaluran akan difokuskan terlebih dahulu di empat kecamatan, yakni Kajen, Kesesi, Kandangserang, dan Siwalan.
Bupati juga menyoroti pentingnya validitas data penerima agar bantuan tidak salah sasaran. Ia menyayangkan masih adanya kasus warga mampu yang tercatat sebagai penerima manfaat dalam program bantuan lain seperti PKH.
“Saya minta kerja sama dari desa, karena kadang dalam program seperti PKH, masih banyak orang mampu yang justru dapat bantuan. Ini harus cepat diperbaiki. Sebab, kalau orang mampu dikasih beras 20 kilo, sedangkan orang miskin hanya bisa melihat, itu jelas tidak pas,” tegasnya.
Bupati Fadia pun berharap muncul kesadaran dari warga yang merasa mampu namun masih menerima bantuan.
“Kalau memang masih dapat dan dia mampu, saya harap tergugah hatinya untuk memberikan kepada yang lebih membutuhkan,” pungkasnya.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Sekar S
































