DEMAK, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak melalui Dinas Pertanian dan Pangan memastikan akan menyalurkan bantuan bagi petani yang lahannya mengalami puso akibat banjir. Tercatat, luas tanaman padi yang gagal panen mencapai 278 hektare di wilayah Kecamatan Guntur.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak, Agus Herawan, menyebutkan lahan terdampak tersebar di lima desa, yakni Trimulyo, Tlogorejo, Sidoharjo, Bumiharjo, dan Turitempel.
“Kelima desa tersebut, yakni Desa Trimulyo, Tlogorejo, Sidoharjo, Bumiharjo, dan Turitempel,” kata Agus Herawan di Demak, Minggu, 19 April 2026.
Ia merinci, luas puso di masing-masing desa meliputi Trimulyo 35 hektare, Tlogorejo 25 hektare, Turitempel 80 hektare, Bumiharjo 12 hektare, serta Sidoharjo yang paling luas mencapai 126 hektare.
Banjir yang merendam lahan pertanian tersebut dipicu jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Desa Trimulyo dan Sidoharjo. Peristiwa itu menyebabkan genangan air meluas ke area persawahan.
Data lahan puso tersebut merupakan hasil pemantauan yang dilakukan pada 3 hingga 7 April 2026.
Secara keseluruhan, luas tanaman padi yang terdampak banjir di Kabupaten Demak mencapai 662 hektare yang tersebar di dua kecamatan, yakni Guntur dan Karangtengah.
Di Kecamatan Guntur, terdapat lima desa dengan total terdampak 451 hektare, sedangkan di Kecamatan Karangtengah terdapat enam desa dengan luas genangan mencapai 211 hektare.
Usia tanaman padi yang terdampak bervariasi antara dua hingga 65 hari, sementara yang mengalami puso umumnya berusia tujuh hingga 20 hari. Varietas yang ditanam petani meliputi Inpari 32, Inpari 50, dan Ciherang.
Tingginya curah hujan di wilayah hulu menyebabkan debit air Sungai Tuntang meningkat signifikan hingga mengakibatkan tanggul jebol di enam titik pada dua desa.
Pemkab Demak telah melaporkan kondisi tersebut ke pemerintah pusat. Sebagai langkah awal penanganan, bantuan benih padi sebanyak 11 ton telah disalurkan oleh Badan Standardisasi Instrumen Pertanian Jawa Tengah untuk membantu petani melakukan penanaman ulang.
Jurnalis: Ant
Editor: Rosyid































