DEMAK, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak membuka Job Fair 2026 dengan menyediakan sebanyak 2.480 lowongan kerja dari 30 perusahaan yang berpartisipasi.
Bursa kerja yang digelar di Gedung IPHI Demak pada 30–31 Juli 2026 itu diharapkan menjadi sarana mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha sekaligus menekan angka pengangguran di daerah.
Selama penyelenggaraan kegiatan, masyarakat dapat mengakses informasi lowongan kerja dan melamar secara langsung dengan membawa dokumen persyaratan. Job Fair berlangsung setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB. Sejumlah perusahaan juga membuka layanan wawancara kerja di lokasi.
Job Fair 2026 dibuka langsung oleh Bupati Demak, Eisti’anah, didampingi Wakil Bupati Demak Muhammad Badruddin serta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD).
Pada kesempatan itu, Eistia’anah mengimbau seluruh perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Demak agar memberikan prioritas kepada tenaga kerja lokal dalam proses rekrutmen.
“Kami mengimbau kepada perusahaan-perusahaan yang ada di Kabupaten Demak untuk lebih mengutamakan warga Demak dalam proses rekrutmen tenaga kerja. Dengan demikian angka pengangguran dapat terus ditekan dan semakin banyak masyarakat yang memperoleh pekerjaan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Dinnakerind) Kabupaten Demak, Agus Kriyanto, mengatakan penyelenggaraan Job Fair merupakan salah satu upaya pemerintah daerah memperluas akses masyarakat terhadap kesempatan kerja.
“Untuk tahun ini ada 30 perusahaan yang kami gandeng dalam Job Fair. Sementara jumlah lowongan kerja yang tersedia mencapai 2.480. Harapan kami kegiatan ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh warga Kabupaten Demak untuk mendapatkan pekerjaan,” ujar Agus kepada wartawan, Kamis, 30 Juli 2026.
Menurut Agus, ribuan lowongan yang ditawarkan berasal dari berbagai bidang usaha dengan persyaratan pendidikan yang beragam, mulai lulusan sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Beberapa perusahaan juga membuka peluang kerja bagi penyandang disabilitas.
“Lowongan kerja yang tersedia sangat beragam. Kualifikasinya mulai dari SD sampai sarjana. Bahkan beberapa perusahaan juga menginformasikan kepada kami bahwa mereka membuka kesempatan kerja bagi teman-teman difabel,” katanya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran di Kabupaten Demak saat ini mencapai sekitar 32.500 orang. Angka tersebut diperkirakan masih berpotensi bertambah seiring masuknya lulusan baru ke pasar kerja.
“Untuk saat ini, berdasarkan data terakhir dari BPS jumlah pengangguran di Demak ada 32.500 orang. Dengan tambahan lulusan baru tentunya ada penambahan, makanya kalau ini bisa dimanfaatkan secara maksimal, harapannya tingkat pengangguran kita bisa turun lagi,” ungkapnya.
Pihaknya juga akan melakukan evaluasi terhadap hasil pelaksanaan Job Fair dengan meminta laporan dari perusahaan mengenai jumlah pelamar yang berhasil direkrut. Data tersebut akan digunakan untuk mengukur tingkat penyerapan tenaga kerja melalui kegiatan tersebut.
“Dari Job Fair ini, nanti kami harap para perusahaan bisa memberikan laporan umpan balik ke kami, pencari kerja yang terserap di perusahaannya berapa dan sebagainya,” pungkasnya.
Jurnalis: M. Burhanuddin Aslam
Editor: Rosyid































