DEMAK, Lingkarjateng.id – Mayat pria tanpa identitas ditemukan mengambang di Sungai Kalijajar, kawasan Betengan, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Demak Kota, Kabupaten Demak, pada Jumat pagi, 31 Juli 2026, sekitar pukul 06.00 WIB.
Kapolsek Demak, Iptu Rudi Tri Sayogo, membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Menurutnya, saksi awalnya mengira benda yang terlihat hanyalah objek biasa sebelum memutuskan mendekat.
“Setelah didekati, saksi terkejut karena benda yang dilihat ternyata merupakan jasad seorang laki-laki yang terapung di sungai. Saksi kemudian naik ke tanggul dan memberitahukan temuan tersebut kepada warga lain sebelum akhirnya melaporkan ke Polsek Demak,” ujar Iptu Rudi saat dikonfirmasi.
Usai menerima laporan, petugas dari Polsek Demak bersama personel Samapta Polres Demak, Tim Identifikasi Satreskrim Polres Demak, dan PSC 119 Demak mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Jenazah kemudian dievakuasi menuju rumah sakit guna menjalani pemeriksaan medis.
“Selanjutnya jenazah dievakuasi oleh petugas ambulans dan dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut,” katanya.
Iptu Rudi mengatakan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diperkirakan berusia di atas 18 tahun dengan kondisi jasad yang telah mengalami pembusukan.
“Hasil pemeriksaan dokter menerangkan bahwa diketahui korban tidak ada indikasi tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan, jenazah diperkirakan usia dewasa 18 tahun ke atas, badan lepuh-lepuh, wajah bengkak menghitam, diperkirakan meninggal lebih kurang tiga hari,” jelasnya.
Ia menyebut pemeriksaan mengarah pada dugaan bahwa korban meninggal akibat tenggelam. Hal itu didasarkan pada sejumlah temuan medis, antara lain adanya cairan bercampur darah yang keluar dari hidung, perubahan warna pada wajah akibat pembusukan, serta keriput pada permukaan kulit tangan yang lazim ditemukan pada korban tenggelam.
“Terdapat kaku mayat lebam mayat dari kepala sampai perut bagian bawah dan punggung,” katanya.
Menurutnya, Tim Identifikasi Satreskrim Polres Demak telah berupaya mengungkap identitas korban melalui pemeriksaan menggunakan Mobile Automated Biometric Identification System (MAMBIS). Namun, proses identifikasi belum berhasil karena kondisi sidik jari korban telah mengalami kerusakan.
“Hasil tidak diketahui karena sidik jari rusak,” ujar Iptu Rudi.
Hingga kini identitas korban masih belum diketahui. Jenazah berada di RS Sultan Fatah Karangawen, sementara kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas korban serta menelusuri penyebab pasti kematiannya.
Jurnalis: M. Burhanuddin Aslam
Editor: Rosyid































