BATANG, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang memastikan Sekolah Rakyat siap dibangun pada Oktober 2026. Proyek ini sempat mengalami keterlambatan dari jadwal yang ditargetkan Bupati Batang, M Faiz Kurniawan.
Diketahui Bupati Batang, M Faiz Kurniawan sebelumnya menargetkan groundbreaking Sekolah Rakyat di Desa Clapar, Kecamatan Subah dimulai pada 15 Juli 2026 dengan terget penyelesaian pembangunan pada akhir tahun.
“Sebelumnya Batang berada dalam urutan kesekian dalam rencana pelaksanaan program Sekolah Rakyat di Jawa Tengah. Namun, kesiapan lahan dan kesesuaian tata ruang di Batang membuat daerah tersebut dapat menjadi lokasi pembangunan. Karena di Batang ini tata ruangnya boleh, sehingga menggeser ke kabupaten lain yang mungkin lahannya belum siap. Sehingga Batang alhamdulillah sudah menyiapkan lahan. Sekolah Rakyat tersebut nantinya mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA,” ungkap Pj Sekda Batang Sri Purwaningsih saat Sosialisasi Sekolah Rakyat di Aula Bupati Batang, Rabu, 16 September 2026.
Sementara Kepala Dinas Sosial Batang Willopo mengatakan, saat ini proses pembangunan masih berada pada tahap perencanaan dan pemaketan pekerjaan.
Meskipun demikian, pihaknya menargetkan pembangunan fisik dapat dimulai pada Oktober 2026.
“Ini masih proses pemaketan, perencanaan dan pemaketan. Harapannya memang bisa tepat di bulan Oktober. Sebelumnya terdapat surat resmi yang mencantumkan jadwal lelang pada Juni dan penandatanganan kontrak pada 15 Juli. Namun, jadwal tersebut kemudian mengalami perubahan,” terangnya.
“Kita tidak tahu kenapa bisa jadi berubah. Mudah-mudahan pembangunan nanti di bulan Oktober, harapannya seperti itu,” imbuhnya.
Kemudian terkait proses penerimaan calon siswa Sekolah Rakyat, pihaknya mengatakan akan menggunakan aplikasi Setara milik Kementerian Sosial.
“Melalui sistem tersebut, pemerintah akan memperoleh pre-list atau daftar awal nama calon siswa yang memenuhi kriteria. Selanjutnya, Pemkab Batang bersama pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), camat, dan lurah akan melakukan asesmen terhadap calon siswa,” ujar dia.
“Kita hanya memberitahu ke keluarganya bahwa anak Bapak/Ibu masuk daftar sebagai calon siswa Sekolah Rakyat, mohon diizinkan. Jadi tidak ada keterpaksaan,” lanjutnya.
Ia juga menambahkan, calon siswa yang menjadi sasaran program berasal dari kelompok desil 1 dan 2.
“Untuk tahap awal, Sekolah Rakyat Batang ditargetkan menampung 270 siswa, yang terdiri dari 90 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA. Kegiatan belajar mengajar ditargetkan mulai berlangsung pada tahun depan setelah pembangunan dan berbagai tahapan persiapan selesai,” imbuhnya.
Ia juga menyebut, seluruh program pembangunan Sekolah Rakyat ditargetkan rampung pada 20 Juni tahun berikutnya. Setelah calon siswa terdaftar, tahapan berikutnya akan dilanjutkan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
“Untuk tenaga pendidik, pemerintah daerah tidak melakukan perekrutan secara mandiri. Untuk tenaga gurunya langsung dari pusat yang menangani. Kita hanya menerima saja,” tandasnya.
Editor: Sekar































