KENDAL, Lingkarjateng.id – Sebanyak 1.006 siswa dari 95 SMP negeri dan swasta mengikuti Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) jenjang SMP tingkat Kabupaten Kendal 2026.
Kompetisi tersebut digelar di SMP Negeri 2 Weleri, Selasa (22/9/2026). Kegiatan diselenggarakan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PAI SMP Kabupaten Kendal dengan dukungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal.
Kepala Disdikbud Kendal, Yanuar Fatoni, mengatakan pelaksanaan MAPSI menjadi salah satu sarana untuk memperkuat peran MGMP PAI sekaligus mendorong peserta didik menerapkan pengetahuan keagamaan dalam kehidupan di lingkungan sekolah.
Selain aspek akademik, kegiatan tersebut dinilai memiliki peran dalam pengembangan kecerdasan spiritual dan pembentukan karakter siswa.
“Melalui kegiatan ini diharapkan tumbuh profil pelajar Pancasila, terutama karakter beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia,” katanya.
Menurut Yanuar, MAPSI tidak semata-mata diarahkan untuk menghasilkan siswa berprestasi. Kompetisi tersebut juga menjadi ruang pembinaan karakter sekaligus pengembangan potensi dan bakat siswa di bidang keagamaan.
Para peraih juara tingkat kabupaten nantinya akan dipersiapkan untuk mengikuti kompetisi serupa di tingkat Provinsi Jawa Tengah.
“Pemenang MAPSI tingkat Kabupaten Kendal selanjutnya akan berlaga di tingkat provinsi pada 23-25 Oktober 2026 di Kota Semarang,” terang Yanuar.
Ia meminta para juara tingkat kabupaten segera melakukan persiapan agar dapat tampil maksimal ketika membawa nama Kendal dalam kompetisi tingkat provinsi.
“Pemenang MAPSI diharapkan mempersiapkan diri untuk berlaga di tingkat provinsi, sehingga harapannya Kabupaten Kendal dapat meraih prestasi di tingkat Provinsi Tahun 2026,” tandasnya.
Ketua MGMP PAI SMP Kabupaten Kendal, Solikin, menyebut MAPSI menjadi ruang bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengembangkan potensi di bidang keagamaan. Kemampuan yang dikembangkan mencakup aspek pengetahuan, keterampilan hingga sikap.
“Lomba MAPSI ini menjadi ajang bagi peserta didik untuk mengaktualisasikan potensi, bakat, serta ketangkasan dalam bidang kognitif, psikomotorik, dan afektif keagamaan,” ujarnya.
Solikin menjelaskan, ribuan peserta tersebut mengikuti delapan cabang perlombaan. Materi yang dipertandingkan meliputi cerdas cermat islami (CCI), tartil al-qur’an putra dan putri, tilawatil al-qur’an putra dan putri, tahfidzul al-qur’an putra dan putri, Kaligrafi putra dan putri, Pidato putra dan putri, Azan putra, serta Rebana dengan grup campuran.
Dalam pelaksanaannya, Solikin menyebut setiap peserta juga mendapat pendampingan dari unsur guru di sekolah masing-masing.
“Peserta tidak hanya berasal dari siswa, tetapi juga didampingi guru pembimbing, guru pendamping dan guru pembina dari masing-masing sekolah,” tutupnya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Muslichul Basid































