DEMAK, Lingkarjateng.id – Rencana pembangunan jalan tol yang menghubungkan Demak dengan Tuban hingga kini belum ada kepastian. Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dinputaru) Kabupaten Demak, Naning Prih Hatiningrum, usai kegiatan Focus Group Discussion (FGD) II Revisi RTRW Kabupaten Demak Tahun 2027–2046 di Demak, Selasa, 21 Juli 2026.
Meski demikian, pihaknya telah menerima peta rencana proyek ruas tol tersebut sebagai bagian dari perencanaan tata ruang wilayah (RTRW).
Menurut Naning, keberadaan ruas Tol Demak–Tuban masih tercantum dalam dokumen perencanaan dan hingga saat ini belum terdapat penetapan lokasi (penlok) maupun kepastian waktu pelaksanaan pembangunan.
“Kalau peta rencananya kami sudah dapat, tapi untuk sekarang belum menjadi prioritas lagi, padahal di tahun kemarin itu sempat jadi prioritas. Tapi kalau petanya kami sudah mendapatkan,” ujarnya.
Selain Tol Demak-Tuban, Naning juga menyebut rencana pembangunan Tol Demak–Jepara statusnya juga masih sama.
“Tol Demak-Jepara juga sama. Karena posisi kami di daerah menunggu kebijakan dari pusat. Kalau nanti ada perintah dan tindak lanjut dari pemerintah pusat, tentu kami akan segera menyesuaikan dan melaksanakan langkah-langkah yang diperlukan,” katanya.
Menurutnya, dalam dokumen RTRW sebelumnya, jaringan Tol Demak-Tuban dan Tol Demak-Jepara sudah tercantum.
Oleh karenanya, pihaknya masih menunggu arahan dan kebijakan dari pemerintah pusat sebelum melangkah lebih jauh.
“Dalam RTRW sebelumnya memang sudah ada rencana jaringan Tol Semarang-Tuban dan Semarang-Jepara. Karena jalurnya melewati Demak, maka otomatis terdapat segmen Demak-Tuban dan Demak-Jepara. Namun sampai saat ini belum ada penetapan lokasi resmi,” jelasnya.
“Semuanya sudah ada cuma belum ada penloknya,” katanya lagi.
Meski tak menjadi prioritas pembangunan tahun ini, Naning menyebut proyek tersebut akan tetap berjalan dan direalisasikan pada masa mendatang. Menurutnya, pembangunan jalan tol menjadi salah satu program prioritas presiden guna mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat konektivitas kawasan penyangga pangan nasional.
“Kemungkinan (dilanjutkan). Karena kan Presiden Prabowo ini salah satunya untuk akses percepatan ekonomi termasuk diantaranya adalah penumpu pangan. Kita kan Jepara, Demak itu kan daerah termasuk penungku pangan. Ya semoga ajalah,”
Sementara itu, untuk proyek Jalan Tol Semarang–Demak yang terintegrasi dengan tanggul laut di kawasan Sayung–Kaligawe, Naning mengungkapkan pengerjaan masih terus dilakukan dan ditargetkan mulai beroperasi Juli 2027.
“Untuk Tol Sayung-Kaligawe, semoga Juli 2027 sudah selesai. Semoga. Kalau kami amati kemarin sudah mulai penanganan pekerjaan infrastruktur yang fisiknya,” pungkasnya.
Jurnalis: M Burhanuddin Aslam
Editor: Sekar
































