KENDAL, Lingkarjateng.id – Teater Atmosfer menghidupkan sejarah asal usul wilayah Weleri, Kabupaten Kendal dalam pentas drama bertajuk Kali Damar di Teras Nirwana Boja, Rabu 22 April 2026 malam.
Teater Atmosfer membawakan Kali Damar dalam pertunjukan kontemporer yang memadukan nilai sejarah dan seni modern.
Salah satu karakter penting dalam kisah asal usul Weleri adalah Pangeran Sambong atau Tumenggung Prawiro Setyo. Sedangkan Kali Damar, dalam catatan sejarah, merupakan lokaso pertempuran antara pasukan Republik Indonesia dan Belanda di kawasan Selokaton.
Pemeran Pangeran Sambong sekaligus stage manager, R. Arief Rahman Hunter, menjelaskan bahwa pertunjukan ini merupakan adaptasi cerita rakyat Kendal yang bersumber dari asal-usul Weleri. Cerita tersebut kemudian dikemas secara modern dalam bentuk drama musikal.
“Kami dari Teater Atmosfer, difasilitasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kendal dan didukung Arsy Aray Production, menghadirkan cerita folklore yang kami adaptasi secara kontemporer agar lebih mudah diterima masyarakat,” jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa kisah dalam Kali Damar berfokus pada perjalanan tokoh Nyai Damariyah, yang juga dikenal sebagai Nyai Pandansari atau Sri Pandan, bersama Nyai Wungu. Dalam cerita, keduanya bertemu dengan Pangeran Sambong beserta dua muridnya, Bagus Wuragil dan Denowo.
Menurutnya, Pangeran Sambong merupakan tokoh dari Mataram yang pernah berjuang melawan Belanda di Batavia dan merupakan murid Tumenggung Bahurekso. Pertemuan para tokoh tersebut terjadi di sebuah tempat yang kini dikenal sebagai Sambung, yang bermakna menyambung kembali tali persaudaraan.
Salah seorang penonton, R Bayu Adhi Pamungkas, mengatakan dengan penyajiannya menarik, pementasan drama musikal tersebut dinilai mampu menghidupkan kembali cerita rakyat dengan cara yang modern dan menghibur.
“Pertunjukan ini sangat kreatif serta mampu menarik minat generasi muda untuk lebih mengenal budaya lokal,” katanya.
Pementasan drama musikal tersebut mendapat apresiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal.
Sub Koordinator Sejarah Disdikbud Kendal, Yuhan Cahyantara, mengatakan bahwa pemerintah terus berupaya membuka ruang bagi perkembangan seni pertunjukan. Hal ini menjadi langkah untuk menumbuhkan minat generasi muda terhadap sejarah dan seni budaya.
“Antusiasme penonton sangat tinggi. Kami memfasilitasi pementasan drama musikal Kali Damar sebagai bagian dari upaya menghidupkan kembali seni teater. Tahun ini direncanakan ada dua pementasan teater, salah satunya di Boja, dan pada 2 Mei mendatang akan digelar pertunjukan yang melibatkan anak-anak,” ujarnya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Ulfa
































