SEMARANG, Lingkarjateng.id – Pemandangan yang tak biasa nampak di Masjid Wahyu Langensari yang ada di Jalan Soekarno-Hatta (Semarang-Jogja) Langensari, Kecamatan Ungaran Barat, dimana nampak dua anggota Srikandi Linmas Kabupaten berjaga di depan Masjid Wahyu tersebut.
Diungkapkan oleh salah satu anggota Srikandi Linmas Kabupaten Semarang yang bertugas di wilayah Langensari, Ungaran Barat, Sri Puryanti bahwa ia memang sengaja berjaga membantu pengamanan di Masjid Wahyu Langensari tersebut.
“Ya bantu-bantu pengamanan mbak, disini saya bertugas menyeberangkan jamaah yang hendak sholat Jumat karena posisi Masjid kan ada di pinggir jalur utama Semarang-Jogja. Kemudian memberhentikan kendaraan-kendaraan yang melaju dengan kencang saat ada jamaah yang mau menyeberang masuk ke Masjid ini,” kata Sri saat ditemui Lingkar tengah bertugas di depan Masjid Wahyu Langensari, Jumat 10 Mei 2024.
Sri juga mengungkapkan, tidak hanya menyeberangkan jamaah Sholat Jumat saja, tetapi ia juga melakukan pengamanan di sekitar Masjid Wahyu Langensari itu.
“Selain itu saya dan rekan saya bertugas menjaga keamanan Masjid Wahyu Langensari ini, misal supaya tidak ada pencurian helm, kendaraan, bahkan sandal, supaya ibadah jamaah Sholat Jumat disini bisa khusyuk,” imbuh dia.
Pihaknya sempat menceritakan, jika sebelum ada pasukan Srikandi Linmas Kabupaten Semarang ini berjaga dan melakukan pengamanan di Masjid Wahyu Langensari ini, ada beberapa kejadian pencurian.
“Seperti helm hilang itu banyak, lalu sandal juga banyak yang hilang. Dan Alhamdulillah mbak, sejak kami bertugas melakukan pengamanan hal-hal itu tidak terjadi, dan jamaah bisa beribadah secara khusyuk,” bebernya.
Sri juga menceritakan suka dukanya selama bertugas menjaga keamanan di Masjid Wahyu Langensari ini, diantaranya “ngeyelnya” beberapa pengendara kendaraan yang melintas di jalur Semarang-Jogja yang enggan berhenti dan memberikan jalan ke para jamaah yang menyeberang.
“Padahal kami sudah memberhentikannya di jarak aman, sangat jauh, dan mereka masih bisa menginjak rem serta memberikan isyarat ke pengendara dibelakangnya, namun banyak juga yang “ngeyel” tidak mau memberikan jalan kepada para jamaah yang menyeberang,” sebut Sri.
Senada dengan Sri, anggota Srikandi Satgas Linmas Kabupaten Semarang lainnya yang berjaga di Masjid Wahyu Langensari lainnya, yakni Ninik Nuriyah juga menceritakan hal yang serupa.
“Kalau di tanya suka duka, jelas saat membantu menyeberangkan jamaah yang hendak ke Masjid mbak, pernah waktu itu saking ngeyelnya saya tegur pengendaraa yang tidak mau berhenti, padahal kami sudah sesuai SOP dan aturan saat memberhentikan mereka sementara agar para jamaah yang berjalan kaki dan menyeberang hendak masuk ke Masjid, saya tegur dengan halus agar mereka mau memberika jalan sebentar,” kata Ninik.
Diakui keduanya, saat bertugas melakukan pengamanan di Masjid saat kegiatan sholat Jumat, anggota Srikandi Linmas Kabupaten Semarang itu tidak meminta imbalan apapun, meski hanya senyuman dan ucapan terima kasih dari jamaah dan pengurus Masjid, mereka mengaku sudah sangat senang kerja keras saat bertugas dihargai oleh jamaah yang ada di Masjid tersebut.
“Dikasih senyuman, jempol dua, dan ucapan terima kasih kami sudah bahagia sekali mbak, rasanya dihati puas bisa membantu mereka hendak beribadah Sholat Jumat. Namun memang dari pengurus Masjid Wahyu Langensari ini terkadang memberi kami imbalan seikhlasnya, entah dalam bentuk uang atau makanan, bahkan zakat pun kami sempat diberi, bersyukur sekali, senang, dan bahagia rasanya mbak,” ucap keduanya bersyukur.
Sementara itu, diungkapkan oleh Ketua Yayasan Wahyu, Kelurahan Langensari, Nafiq bahwa keberadaan Srikandi Linmas Kabupaten Semarang yang berjaga di Masjid Wahyu Langensari ini sudah berjalan selama enam bulan.
“Awalnya memang sengaja kami ingin Srikandi Linmas ini berjaga selama pelaksanaan sholat Jumat agar Masjid kami semakin aman, dan jamaah yang beribadah merasa tenang karena tidak akan ada barang-barang yang hilang, meski di Masjid Wahyu Langensari ini sudah ada CCTV. Dan kami merasa sangat terbantu sekali dengan keberadaan mereka disini,” terangnya.
Sama dengan Nafiq, Takmir Masjid Wahyu Langensari, Suyitno juga merasa terbantu dengan keberadaan anggota Srikandi Satgas Linmas Kabupaten Semarang yang melakukan pengamanan di Masjid tersebut.
“Terbantu sekali mbak, jadi kami pengurus pun bisa terbantu melakukan pengamanan di Masjid saat Sholat Jumat, apalagi kalau perempuan kan tidak wajib untuk melakukan sholat Jumat jadi kami dan jamaah merasa aman, nyaman, dan tenang selama beribadah disini,” ungkapnya.
Disisi lain, Kasi Linmas Dinas Satpol PP dan Damkar (Poldam) Kabupaten Semarang, Joko Sukaryono menerangkan kepada Lingkar bahwa saat ini total ada 8 titik Masjid di Kabupaten Semarang yang dijaga oleh Srikandi Linmas Kabupaten Semarang selama pelaksanaan Sholat Jumat.
“Diantaranya ada di Masjid wilayah Ledoyong Ambarawa, Langensari Ungaran Timur, Pagersari Bergas, Bergas Kidul, Beji di Ungaran Timur, Kedungwringin Suruh, lalu di Wonorejo Pringapus, ada lagi di Sugihan di Kecamatan Tengaran,” jelasnya.
Program untuk melakukan pengamanan di Masjid selama pelaksanaan Sholat Jumat ini diakui Joko sudah berjalan sejak beberapa bulan ini.
“Ini memang murni kesadaran dari Srikandi Satgas Linmas Kabupaten Semarang untuk menjaga keamanan di Masjid-Masjid yang ada di Kabupaten Semarang, termasuk untuk ibadah mereka. Karena Srikandi Linmas ini bertugas untuk menyeberangkan, pengamanan sekitar Masjid, misal kendaraan, sandal, dan helm milik jamaah yang melaksanakan Sholat Jumat, kemudian mereka juga melakukan bagi-bagi jumat berkah ke para jamaah yang ada dibeberapa Masjid tersebut. Dan ini termasuk salah satu tugas Linmas dalam menjaga ketertiban umum, ketentraman masyarakat, dan kemasyarakatan,” paparnya.
Joko berharap dengan adanya pengamanan Sholat Jumat yang dilakukan oleh anggota Srikandi Satgas Linmas Kabupaten Semarang ini, masyarakat bisa merasa aman dalam berkegiatan apapun, termasuk pada saat menjalankan ibadah dan dapat menjadi contoh anggota Linmas lainnya baik itu di Kabupaten Semarang dan daerah lainnya.
“Dengan adanya keteguhan hati para anggota Srikandi Satgas Linmas dan Satgas Linmas Kabupaten Semarang lainnya ini bisa membuat rasa aman di masyarakat, dan ketertiban di lingkungam sosial masyarakat, dengan demikian bisa dicontoh oleh anggota Srikandi Linmas lainnya sehingga keamanan dan ketertiban sosial kemasyarakatan bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya. (Lingkar Network | Hesty Imaniar – Lingkarjateng.id)






























