DEMAK, Lingkarjateng.id – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Demak, Zayinul Fata mengikuti rangkaian kegiatan retret ketua DPRD se-Indonesia yang digelar selama lima hari di Markas Akademi Militer (Akmil), Magelang.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Lemhannas tersebut juga dihadiri Presiden Prabowo Subianto serta sejumlah menteri dan pimpinan lembaga negara.
Zayinul Fata menyampaikan, retret tersebut menjadi sebuah pengalaman berharga baginya. Di samping itu juga mendapatkan banyak arahan strategis, khususnya terkait peran pimpinan daerah dalam merespons dinamika geopolitik nasional maupun global.
“Alhamdulillah, selama lima hari kami mengikuti retret ketua DPRD se-Indonesia di Akmil Magelang. Presiden Prabowo turut hadir dan memberikan banyak arahan, terutama kepada kami di pimpinan daerah,” ujarnya, Senin, 20 April 2026.
Menurutnya, Presiden menekankan pentingnya penyamaan visi dalam menghadapi percepatan perubahan geopolitik, baik di tingkat nasional maupun internasional. Selain itu, daerah juga didorong untuk mempercepat pelaksanaan program-program pemerintah pusat serta menghadirkan inovasi dalam pembiayaan daerah.
“Artinya bahwa daerah dituntut untuk kreatif, dituntut selalu mengembangkan inovasi inovasi yang nyata-nyata bermanfaat betul untuk rakyat Indonesia,” katanya.
Dalam retret tersebut, lanjut Zayinul, Presiden juga menekankan pentingnya penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Percepatan program strategis nasional diharapkan dapat berjalan optimal hingga ke tingkat desa.
Ia menambahkan, Presiden menginginkan agar perputaran ekonomi nasional dapat bertumpu pada daerah, khususnya desa. Meski dampaknya belum sepenuhnya dirasakan saat ini, dalam beberapa tahun ke depan manfaatnya diyakini akan dirasakan langsung oleh masyarakat, termasuk para petani.
“Perputaran ekonomi ke depan akan banyak terjadi di desa. Dampaknya mungkin belum terasa sekarang, tetapi ke depan akan sangat dirasakan masyarakat,” jelasnya.
Zayinul juga menyoroti pentingnya sektor pertanian sebagai penopang utama penguatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Menurutnya, dengan bonus demografi yang dimiliki Indonesia, peningkatan PDRB berbasis potensi daerah akan menjadi kekuatan besar bagi perekonomian nasional.
“Keberhasilan sektor pertanian akan menjadi salah satu kunci dalam memperkuat PDRB kita. Ini momentum bagi daerah untuk mendorong program yang berpihak pada masyarakat bawah,” tegasnya.
Terkait Kabupaten Demak, Zayinul mendorong agar pemerintah daerah kembali memprioritaskan program swasembada pangan melalui revitalisasi sektor pertanian. Ia berharap sebagian besar kebijakan pembangunan daerah dapat difokuskan pada penguatan sektor tersebut.
“Saya berharap orientasi program kerja daerah kembali diperkuat, termasuk sekitar 60 persen diarahkan untuk revitalisasi pertanian. Jika ini dilakukan, saya yakin Demak akan semakin maju,” katanya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pengendalian alih fungsi lahan pertanian. Menurutnya, lahan produktif harus tetap dipertahankan untuk mendukung ketahanan pangan, sementara pembangunan permukiman diarahkan ke lahan yang kurang produktif.
“Lahan produktif harus kita lindungi untuk pertanian. Sementara kebutuhan permukiman tetap penting, namun harus diarahkan ke lahan yang tidak produktif,” pungkasnya.
Jurnalis: M Burhanuddin Aslam
Editor: Sekar































