Demak (lingkarjateng.id) – Tujuh cabang olahraga dipertandingkan dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Demak Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi momentum pembinaan atlet muda serta mempererat persaudaraan antarpelajar di Kabupaten Demak.
Adapun 7 cabang olahraga yang dilombakan yakni atletik, akuatik, bulu tangkis, pencak silat, sepak takraw, senam, dan tenis meja. POPDA tahun ini diikuti sebanyak 1.298 atlet pelajar tingkat SD, SMP hingga SMA sederajat dari seluruh wilayah Kabupaten Demak.
Ajang olahraga pelajar tersebut resmi dibuka langsung oleh Bupati Demak, Eisti’anah, di GOR Kalijaga Demak, pada Selasa (5/5). Ajang ini berlangsung selama lima hari, mulai tanggal 4 Mei hingga 8 Mei 2026.
“POPDA tahun ini menjadi momentum penting dalam mencetak atlet-atlet potensial sekaligus memperkuat semangat sportivitas di kalangan pelajar,” kata Endah Cahya Rini, Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dinpora) Kabupaten Demak.
Menurut Endah, hasil dari ajang POPDA akan menjadi barometer pembinaan olahraga pelajar di Kabupaten Demak. Ia berharap dari ajang tersebut lahir atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah hingga tingkat nasional.
“Prestasi tidak lahir melalui proses instan, tetapi melalui pembinaan yang berkelanjutan. Dari POPDA ini kami berharap akan lahir atlet-atlet nasional yang mampu membawa nama Demak di tingkat lebih tinggi,” tuturnya.
Diketahui POPDA tahun ini, cabang atletik menjadi yang terbanyak dengan jumlah 493 atlet, disusul sepak takraw 258 atlet, pencak silat 216 atlet, akuatik 103 atlet, tenis meja 80 atlet, senam 77 atlet, dan bulu tangkis 71 atlet.
Sementara lokasi pertandingan tersebar di sejumlah venue, diantaranya Gedung Pertemuan Kelurahan Mangunjiwan untuk cabang bulu tangkis, Gedung Serbaguna SKB Demak untuk senam dan tenis meja, Stadion Kalijaga untuk pencak silat dan sepak takraw, Stadion Sultan Fatah serta halaman BLK untuk atletik, dan Kolam Renang Polaris untuk cabang akuatik.
Sementara itu, Bupati Demak Eisti’anah menyampaikan bahwa POPDA merupakan momentum penting dalam membangun generasi muda yang sehat, tangguh, dan berkarakter.
“Kegiatan ini bukan hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan mental, disiplin, sportivitas, serta mempererat persaudaraan antar pelajar,” kata Eisti’anah.
Ia berharap POPDA tidak hanya menjadi sarana penjaringan bibit atlet berprestasi, tetapi juga mampu menumbuhkan semangat juang dan memperkuat rasa kebersamaan di kalangan pelajar.
Bupati juga berpesan kepada seluruh atlet agar memanfaatkan POPDA sebagai kesempatan emas untuk menunjukkan kemampuan terbaik, dengan tetap menjunjung tinggi kejujuran dan sportivitas.
“Kalah dan menang adalah hal biasa. Namun kemenangan sejati adalah ketika mampu bertanding dengan jujur dan bermartabat,” pesannya.
Disis lain dirinya meminta para pelatih dan official terus memberikan pembinaan terbaik, tidak hanya dari sisi teknis olahraga, tetapi juga dalam pembentukan karakter atlet. ***
Jurnalis : Burham Aslam
Editor : Fian


































