SALATIGA, Lingkarjateng.id – Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, memberikan penjelasan terkait rotasi dan mutasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga.
Robby menegaskan bahwa rotasi dan mutasi pejabat dilakukan semata-mata untuk kepentingan penataan birokrasi.
“Tidak ada kepentingan lain, baik suka maupun tidak suka. Ini murni strategi penataan birokrasi,” tegas Robby saat menghadiri penandatanganan berita acara serah terima jabatan (Sertijab) Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di Ruang Kalitaman, Kantor Setda Kota Salatiga, Senin, 4 Mei 2026.
Menurutnya, rotasi dan mutasi merupakan mekanisme yang lazim dalam pemerintahan untuk menyegarkan organisasi sekaligus meningkatkan efektivitas kinerja. Sertijab tersebut menjadi tindak lanjut dari pelantikan pejabat yang telah dilaksanakan pada 20 April 2026.
Memasuki trimester kedua tahun anggaran 2026, Robby meminta seluruh pejabat, baik definitif maupun pelaksana tugas, segera beradaptasi dan mempercepat capaian kinerja.
Ia menekankan pentingnya akselerasi, khususnya dalam penyerapan anggaran, penyelesaian program prioritas, dan peningkatan pelayanan publik.
“Jangan menunda pekerjaan dan jangan terlalu lama beradaptasi. Kita harus segera akselerasi, terutama dalam serapan anggaran, penyelesaian program prioritas, dan pelayanan publik,” ujarnya.
Selain itu, Robby juga mengingatkan pentingnya komunikasi yang sehat di lingkungan kerja. Ia menekankan agar seluruh jajaran menjunjung tinggi transparansi, akuntabilitas, serta profesionalisme dalam menjalankan tugas.
“Bangun komunikasi yang harmonis, baik dengan pimpinan maupun bawahan. Jalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab,” imbuhnya.
Dalam kegiatan tersebut, turut dilakukan serah terima memori jabatan untuk sejumlah posisi strategis, di antaranya Asisten Sekda, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Rosyid





























