Salatiga (lingkarjateng.id) – Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga rawan terjadi kecelakaan lalu lintas. Sejumlah sopir truk meminta pemerintah untuk segera menambah fasilitas jalur penyelamat darurat (JPD) di lokasi tersebut.
Fasilitas tersebut dinilai mendesak karena ruas Kumpulrejo hingga Kecandran memiliki kontur menurun dan rawan kecelakaan, terutama akibat rem blong.
“Sudah banyak kejadian kecelakaan di JLS akibat rem blong. Maka dari itu, penambahan jalur penyelamat mendesak dilakukan,” kata Dwi (45), sopir truk warga Blotongan, Kecamatan Sidorejo, Salatiga, Jumat, 14 Agustus 2026.
Permintaan tersebut direspon pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Salatiga. Kepala Dishub Salatiga Guntur Junianto mengatakan, usulan JPD sebenarnya sudah ada sejak lama.
“Memang dari dulu ada usulan untuk jalur penyelamat darurat (JPD). Dari Cebongan sampai Blotongan seharusnya ada tiga titik, namun saat ini baru terealisasi satu,” jelas Guntur.
Selain JPD, Dishub mengusulkan pemasangan pita kejut, lampu penerangan jalan umum (LPJU), dan lampu peringatan di sejumlah titik rawan.
“Kami juga akan melakukan pembersihan dahan pohon yang menutupi rambu lalu lintas,” tandasnya.
Disisi lain, pihak Dishub juga turut mengusulkan rest area untuk kendaraan berat, mengingat jalur dari arah Tengaran memiliki kontur menurun sehingga sistem pengereman truk bekerja lebih berat.
Dua lokasi yang dinilai potensial untuk rest area yakni lahan Pemkot Salatiga di seberang Kantor Kejari Salatiga seluas sekitar 9.000 meter persegi dan lahan Dinas Perkebunan di kawasan batas kota Noborejo.***
Jurnalis : Angga Rosa
Editor : Redaksi
































