Salatiga (lingkarjateng.id) – Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI Kantor Cabang Salatiga hingga Agustus 2026 capai Rp961 miliar. Pembiayaan diberikan kepada 33.820 debitur yang mayoritas diarahkan ke sektor produktif sebagai penopang ekonomi masyarakat.
“Dari total penyaluran KUR tersebut, sebanyak Rp671 miliar atau sekitar 70 persen masuk ke sektor produksi. Sektor produksi yang dimaksud mencakup bidang perdagangan, pertanian dan jasa,” kata Matthew Spencer, Kepala Kantor Cabang BRI Salatiga, Rabu, 30 September 2026.
Menurut Matthew, besarnya penyaluran ke sektor produktif menunjukkan kebutuhan pelaku usaha terhadap akses permodalan untuk mengembangkan bisnisnya.
Dengan dukungan pembiayaan KUR, pelaku usaha di Salatiga diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi, memperluas usaha, membuka lapangan kerja, sekaligus memperkuat daya saing ekonomi daerah.
“Ini merupakan upaya nyata BRI dalam mendukung perekonomian masyarakat di wilayah Salatiga melalui penyaluran pendanaan usaha,” jelas Matthew.
“Kami juga melihat ada banyak potensi di wilayah Salatiga di bidang perdagangan dan pertanian yang tentunya BRI memiliki peran untuk mendukung pelaku usaha dalam pendanaan usaha maupun peningkatan kapasitas usaha,” lanjutnya.
Matthew menegaskan, dukungan BRI tidak berhenti pada penyaluran modal. Pelaku UMKM juga mendapat pendampingan, pelatihan usaha, pemberdayaan, serta edukasi finansial.
BRI juga mendorong pelaku UMKM memanfaatkan teknologi digital, termasuk platform penjualan online, untuk memperluas pemasaran dan meningkatkan kapasitas usaha.
“Kami berkomitmen untuk terus mendampingi dan membantu pelaku UMKM, tidak hanya berupa modal usaha saja, tapi juga melalui pelatihan-pelatihan usaha dan program pemberdayaan lainnya,” pungkasnya. ***
Jurnalis : Angga Rosa
Editor : Adi Arfian





























