JEPARA, Lingkarjateng.id – Desa Sengonbugel dan Kaliaman menjadi wilayah prioritas pengamanan dalam pelaksanaan pemilihan petinggi (Pilpet) serentak di Kabupaten Jepara. Kedua desa tersebut dinilai memerlukan perhatian khusus melalui langkah antisipasi untuk mencegah potensi konflik selama proses pemilihan berlangsung.
Bupati Jepara, Witiarso Utomo yang akrab disapa Wiwit, menyampaikan hal itu saat memimpin apel pasukan pengamanan Pilpet di halaman Mapolres Jepara, Senin, 19 Oktober 2026.
“Dua desa ini harus mendapatkan perhatian lebih serta langkah antisipasi optimal dari seluruh unsur pengamanan,” tegasnya.
Wiwit meminta seluruh personel pengamanan meningkatkan kesiapsiagaan guna memastikan pelaksanaan Pilpet di 24 desa berjalan aman, tertib, dan kondusif.
Menurutnya, setiap wilayah memiliki karakteristik serta tingkat kerawanan yang berbeda sehingga pola pengamanan perlu disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
“Setiap desa memiliki karakteristik dan tingkat kerawanan yang berbeda. Karena itu, strategi pengamanan harus disesuaikan dengan kondisi di lapangan, terutama pada desa yang membutuhkan perhatian lebih,” katanya.
Ia menegaskan, pengamanan Pilpet tidak cukup hanya dengan mencegah gangguan keamanan. Upaya tersebut juga harus mencakup antisipasi perselisihan antarpihak, menjaga netralitas petugas, serta memastikan masyarakat dapat menggunakan hak pilih tanpa rasa khawatir.
Untuk mengantisipasi potensi gangguan, personel diminta melakukan deteksi dini dan memantau perkembangan situasi di wilayah tugas masing-masing.
Selain itu, Wiwit juga meminta koordinasi dengan tokoh masyarakat, tokoh politik desa, panitia pemilihan, serta pemerintah setempat diperkuat guna mencegah munculnya gesekan selama tahapan Pilpet.
“Seluruh personel harus mampu mencegah potensi konflik, menjaga netralitas, memberikan rasa aman kepada masyarakat, serta memastikan seluruh tahapan berjalan dengan baik,” ujarnya.
Wiwit berharap, sinergi seluruh unsur pengamanan dapat berjalan efektif sehingga setiap persoalan yang berpotensi mengganggu pelaksanaan pemilihan bisa ditangani sejak dini.
“Dengan pengamanan yang maksimal, pesta demokrasi di tingkat desa kami harap tidak menimbulkan konflik yang mengganggu stabilitas masyarakat,” pungkasnya.
Jurnalis: Tomi Budiatno
Editor: Muslichul Basid





























