REMBANG, Lingkarjateng.id – Penyebab dugaan keracunan yang dialami sejumlah siswa dan guru SMPN 5 Rembang setelah menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rembang, Ali Syofi’i, mengatakan pihaknya hingga saat ini masih belum menerima hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang didistribusikan dari SPPG 3 Mondoteko.
Ia menjelaskan sampel telah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Jawa Tengah untuk menjalani serangkaian pengujian.
Menurutnya, pemeriksaan sampel dilakukan di tingkat provinsi lantaran fasilitas peralatan dan sumber daya manusia di Rembang belum mencukupi untuk pemeriksaan yang dibutuhkan.
“Pemeriksaan sampel membutuhkan waktu kurang lebih 14 hari,” kata Ali.
Ia menjelaskan, pemeriksaan laboratorium dilakukan melalui beberapa tahapan, termasuk kultur. Pengujian tersebut bertujuan mendeteksi kemungkinan keberadaan bakteri, virus, jamur, atau mikroorganisme lain yang berpotensi menyebabkan gangguan pencernaan.
Sebelum hasil laboratorium keluar, Dinkes Rembang belum dapat menyimpulkan penyebab gangguan kesehatan yang terjadi di lingkungan sekolah.
Ia menjelaskan bahwa inspeksi lapangan sebelumnya memang menemukan dugaan adanya kaitan dengan kemungkinan kontaminasi makanan, tetapi dugaan itu masih harus dibuktikan melalui pemeriksaan sampel.
Ali menyebut saat ini kondisi siswa dan guru yang sempat mengalami keluhan kesehatan dilaporkan membaik. Sejumlah siswa yang sebelumnya menjalani perawatan juga telah kembali mengikuti pembelajaran di sekolah.
Di sisi lain, distribusi MBG dari SPPG 3 Mondoteko ke SMPN 5 Rembang dihentikan sementara.
Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Rembang bersama koordinator wilayah SPPG sedang menata pengalihan layanan dari dapur lain yang dinilai lebih dekat dengan sekolah.
Kabid Pembinaan SMP Dindikpora Rembang, Ngadiyono, mengatakan pengalihan tersebut masih dipersiapkan, termasuk menentukan dapur pengganti dan mendata siswa yang tetap bersedia menerima makanan MBG.
Kepala SMPN 5 Rembang, Menik Mustikatun, membenarkan adanya perubahan sumber distribusi makanan bagi siswa.
“Memang ada pengalihan dari SPPG Mondoteko 3, semua penerima manfaat dialihkan ke SPPG terdekat,” ujarnya.
Ia mengatakan untuk sementara penyaluran MBG bagi penerima manfaat di SMPN 5 Rembang dialihkan ke SPPG Pasarbanggi.
Selain itu, pihaknya juga memberikan pilihan kepada orang tua atau wali siswa mengenai keberlanjutan keikutsertaan anak dalam program tersebut. Orang tua diminta mengisi formulir untuk menyatakan persetujuan atau tidak memberikan izin anak menerima makanan MBG dari dapur pengganti.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Rosyid































