KUDUS, Lingkarjateng.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong penguatan kolaborasi pemerintah dengan sektor swasta dalam memperluas akses rumah layak huni.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyampaikan kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk mempercepat pengentasan kemiskinan dan memperluas akses rumah layak huni.
“Rumah yang layak adalah pondasi kesejahteraan keluarga. Kalau rumahnya bagus, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi keluarga juga ikut meningkat,” katanya saat mendampingi kunjungan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI Maruarar Sirait di Kudus, Kamis, 6 November 2025.
Luthfi menyebut pemprov juga menargetkan perbaikan rumah tidak layak huni sebanyak 17.000 unit dengan APBD 2025.
Sementara itu Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan program rumah sederhana layak huni dari PT Djarum menjadi bukti nyata gotong royong antara pemerintah dan dunia usaha.
“Djarum dan sektor swasta lain membuktikan bahwa gotong royong bukan hanya slogan. Tanpa uang negara, rumah-rumah rakyat bisa berdiri kokoh,” ucapnya.

Sumber: Humas Pemprov Jateng

































